BENGKULU, TINTAHIJAU.com – Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan Rabu (6/12/2023) kemarin melakukan kampanye di Provinsi Bengkulu. Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, KH Maman Imanulhaq turut mendampingi sejumlah agenda yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Kiai Maman yang ikut rombongan sejak dari Jakarta mengungkapkan kekagumannya melihat sosok Anies Baswedan. Jubir Timnas AMIN itu menilai mantan Rektor Universitas Paramadina itu sebagai orang yang penuh gagasan serta memiliki literasi kebangsaan yang kuat.
Sejak di pesawat, Kiai Maman bersama Anies banyak berdiskusi tentang bagaimana cara mengelola Indonesia dengan modal kekayaan alam, SDM Indonesia yang potensial, serta yang paling pentingnya juga memiliki begitu banyak kearifan lokal. Seharusnya, tegas Kiai Maman, Indonesia sudah menjadi negara yang sangat maju.
“Anies Baswesan adalah seorang santri yang juga akademisi. Apa yang dituturkan Mas Anies sangat rasional dan juga penuh dengan kearifan yang penuh hikmah. Tak lupa seperti juga Gus Muhaimin, Mas Anies memiliki selera humor yang sangat tinggi sehingga perjalanan dari Jakarta menuju Bengkulu tidak terasa,” kata Kiai Maman kepada wartawan, Kamis (7/12).
Sesampainya di Bengkulu, rombongan pun disambut oleh kesenian khas Bengkulu, tempat Bung Karno dulu diasingkan dan menemukan cinta sejatinya yakni Ibu Fatmawati. Tempat pertama yang menjadi lokasi blusukan adalah Pasar Minggu Bengkulu, Kiai Maman bersama Anies mengenakan kaos yang bertuliskan ‘Pasar AMIN’.
Di pasar itu, Anies langsung jadi sasaran emak-emak yang mengeluhkan kondisi perekonomian, para pedagang juga nengeluhkan kondisi pasar yang sumpek, sehingga teriakan perubahan pun terdengar saling bersahutan. Kiai Maman sengaja membiarkan Anies berdialog sendirian dengan masyarakat yang mencoba mengerubutinya agar semua bisa langsung berkomunikasi dengan calon pemimpin negara itu. Di sana Anies juga menyempatkan menaiki mobil bak terbuka.
Dari pasar, rombongan kemudian bergeser ke pertemuan kedua yaitu di Universitas Prof. DR. Hazairin (Unihaz). Di sini yang membuat Kiai Maman semakin kagum dengan sosok Anies. Dengan ketenangan dan gaya komunikasi yang luar biasa, Anies begitu tenang melayani cecaran pertanyaan mahasiswa dengan bahasa yang kritis dan tajam. Anies sangat tenang menjawab satu persatu pertanyaan dan melayaninya dengan jawaban yang serius, rasional, namun sesekali sedikit mengeluarkan candaannya.