Megapolitan

Rangkaian Kampanye Anies Baswedan di Bengkulu, Jubir Timnas AMIN: Kita Butuh Pemimpin Yang Memiliki Literasi Kebangsaan Yang Kuat

×

Rangkaian Kampanye Anies Baswedan di Bengkulu, Jubir Timnas AMIN: Kita Butuh Pemimpin Yang Memiliki Literasi Kebangsaan Yang Kuat

Sebarkan artikel ini

“Kita memang butuh pemimpin yang siap menghadapi kritik masyarakat, tidak dilayani dengan tindakan represif atau menghindar,” kata Kiai Maman menambahkan.

Dalam setiap sesi diskusi Anies selalu membawa catatan, kata Kiai Maman, Anies tidak ingin berbicara tanpa data apalagi sampai bicara ngawur. Di acara kampanye yang justru mirip debat itu, malah akhirnya semua orang memberikan apresiasi kepada Anies, ia begitu dielu-elukan sebagai seorang pemimpin yang menurut budaya melayu adalah pemimpin yang kharismarik, cerdas, dan gagah. Mereka membayangkan bahwa para pendiri bangsa adalah keturunan orang-orang yang kaya priyayi, gagah, berwibawa, tetapi tetap memikirkan bangsa dan negaranya

“Jadi tidak ada pencitraan planga-plongo, pencitraan ndeso miskin dan sebaginya. Tetapi betul-betuk genuine karakter Anies sebagai seorang akademisi, pemimpin yang mau mendengar dan tidak dibuat-buat. Tidak mencitrakan dirinya apapun kecuali ia ingin berdialog dengan masyarakat menggunakan kekuatan logika dan menyentuhnya dengan sentuhan emosional,” katanya.

Usai acara kedua, rombongan pun istirahat sejenak sambil melakukan salat zuhur di Masjid Attaqwa. Ternyata di lokasi itu sudah banyak jemaah yang menunggu agar bisa salat berjamaah dengan calon presidennya. Ada seorang jamaah yang kebetulan berasal dari Bandung yang menjadi takmir di masjid tersebut. dengan bahasa sundanya ia bilang, andai saja ada tes mengimami salat jemaah, Anies pasti lolos. Kiai Maman pun hanya menimpali sambil bergurau, jangan tanya mengimamkan salat, kalau soal calon presiden sebaiknya tanya saja yang pertama salat jumat dimana, dan yang kedua apakah pernah berkhianat dengan ulama atau tidak?

Di lokasi keempat, rombongan pun berkeliling ke tempat pengasingannya Bung Karno, Sang Proklamator yang juga Presiden Indonesia pertama. Di tempat itu terlihat begitu kagumnya Anies kepada Bung Karno yang disebutnya sebagai tokoh yang memiliki narasi kuat.

“Bung Karno adalah tokoh yang mampu membangun semangat perjuangan. Beliau sukses membangun narasi optimisme, ia membangun semangat nasionalisme, semangat heroisme bahwa Indonesia bisa menjadi negara yang mengguncang dunia hanya dengan 10 pemuda, padahal kala itu banyak pemuda yang masih buta huruf,” ungkap Kiai Maman.

Selepas berkeliling, Anies dan Kiai Maman lantas mengambil air wudlu, keduanya pun saling bergantian menimba air. Keduanya pun menyempatkan berdoa kepada Allah agar semangat Bung Karno diteruskan oleh generasi-generasi selanjutnya. Kiai Maman mengatakan, Anies adalah sosok yang begitu menghormati jasa para pejuang, ia buktikan ketika menjadi Gubernur ketika ia menghapus pajak sampai 0 persen untuk para pendiri bangsa termasuk juga para tokoh lain yang berjasa membangun Indonsia. Itu juga yang nantinya ia akan dilakukan di seluruh tanah Indonesia ketika ia menjabat presiden.

“Setelah itu kita makan bersama. Nah yang saya senang dari Mas Anies sepeti juga Gus Muhaimin itu kalau sedang makan akan benar-benar menyenangkan orang yang menyajikan makan. Misalnya ketika di rumah makan, meski dengan menu yang sangat sederhana ia akan melahapnya dengan senang sampai habis dan memuji rasa masakannya,” ungkap Kiai Maman.

Sekitar pukul 14.30, rombongan tiba di lokasi berikutnya, sebuah GOR besar yang dipenuhi masyarakat. Teriakan-teriakan perubahan menggema dan sesekali menyebut Anies presiden. Kiai Maman pun diberi kesempatan untuk melakukan orasi, ia mengajak masyarakat untuk menyatukan pikiran, tekad, dan juga kerjasama untuk mencoblos nomor 1 pada hari pemilihan nanti. Kiai Maman pun mengutip kata-kata Gusdur yang nenyebutkan bahwa Indonesia tidak akan pernah hancur karena perbedaan dan bencana, namun Indonesia akan hancur karena kebejatan moral dan keputusasaan kaum elit. AMIN, katanya, akan melawan korupsi, melawan oligarki, serta orang-orang yang yang melanggar konstitusi, juga akan mengharubirukan semangat masyarakat tentang Indonesia yang lebih baik.