Majalengka, TINTAHIJAU.COM – Anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Barat, Jihan Fahira, mengunjungi dan berdialog langsung dengan masyarakat di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Senin (18/05/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Jihan menyerap berbagai aspirasi warga, terutama terkait pendidikan anak usia dini (PAUD), kesejahteraan guru PAUD, hingga kebutuhan fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus. Ia mengungkapkan, persoalan guru PAUD menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat.
Para pengajar dinilai masih membutuhkan perhatian lebih, khususnya dari pemerintah daerah. “Yang paling banyak itu guru PAUD minta perhatian dari Pemprov, kemudian UMKM, dan juga terkait anak-anak di kabupaten,” ujar Jihan.
Selain itu, kebutuhan akan rumah singgah bagi anak-anak berkebutuhan khusus juga menjadi sorotan. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk mempermudah akses layanan kesehatan dan sosial.
“Banyak yang minta rumah singgah dari Dinsos dan Dinkes, terutama untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Karena selama ini mereka harus ke kota, jaraknya jauh,” katanya.
Jihan menilai, keberadaan rumah singgah di Jawa Barat masih belum merata, terutama di wilayah-wilayah dengan akses terbatas. Ia berharap setiap kabupaten/kota dapat memiliki fasilitas serupa, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat.
“Jawa Barat itu luas sekali. Saya berharap setiap daerah punya rumah singgah, bukan hanya untuk anak difabel, tapi juga lansia dan ODGJ,” ucapnya.
Terkait aspirasi yang disampaikan, Jihan mengaku sebagian telah diteruskan ke pemerintah pusat. Namun, ia juga mengklaim telah mengambil langkah mandiri bersama timnya untuk membantu masyarakat.
Sementara itu, menanggapi kondisi ekonomi, khususnya terkait nilai tukar dolar, Jihan menyebut dampaknya sudah lama dirasakan masyarakat. “Kalau dolar naik, itu efek domino. Dari dulu juga begitu. Bensin naik, transportasi naik, lalu harga kebutuhan pokok ikut naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga bahan bakar menjadi salah satu faktor yang paling terasa di masyarakat, karena berdampak langsung pada biaya hidup sehari-hari.
“Kalau bensin naik, nanti transport naik, kemudian harga minyak, cabai, sampai ayam juga ikut naik. Itu yang dirasakan masyarakat sekarang,” pungkasnya.





