Megapolitan

Serangan Iran Picu Kepanikan di Dubai, WNI yang Tinggal Disana Sempat Panic Buying

×

Serangan Iran Picu Kepanikan di Dubai, WNI yang Tinggal Disana Sempat Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Israel dan Iran saling serang kilang minyak. Foto: via REUTERS/Majid Asgaripour

DUBAI, TINTAHIJAU.com — Situasi di Dubai, Uni Emirat Arab, sempat diwarnai kepanikan warga setelah serangan Iran pada Sabtu (28/2/2026). Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana, Azmi Aulia, mengungkapkan masyarakat sempat melakukan panic buying pada hari pertama insiden tersebut.

Azmi menuturkan, pada hari pertama serangan, persediaan logistik di sejumlah toko sempat kosong. Bahkan, layanan pengantaran barang juga tidak dapat beroperasi karena stok yang habis diserbu pembeli.

“Di hari pertama itu kalau logistik kebetulan pengalaman pribadi saya juga, itu sempat barang-barang stoknya pada enggak ada. Jadi saya coba buat delivery (pengantaran) pun, delivery itu enggak bisa, barang-barangnya pada habis. Jadi kalau menurut saya hari pertama sepertinya orang-orang masih panic buying, jadi dia mau stok barang,” ungkapnya dalam program Breaking News KompasTV, Senin (2/3/2026).

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Memasuki hari kedua setelah serangan, aktivitas masyarakat berangsur normal. Azmi menyebut toko-toko sudah kembali beroperasi dan layanan pengantaran barang kembali berjalan.

“Orang-orang juga di luar, toko-toko juga udah pada buka di hari kedua,” ungkapnya.

Terkait kondisi terkini pada Senin (2/3/2026), Azmi memastikan situasi di Dubai dalam keadaan aman dan terkendali. Aktivitas warga pun tetap berlangsung seperti biasa.

“Sampai hari ini masih dalam keadaan terkendali karena aktivitas di Dubai juga tetap berjalan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa transportasi publik, termasuk layanan metro, sudah kembali beroperasi normal. Meski demikian, pemerintah setempat tetap mengirimkan notifikasi kepada warga agar tetap tenang dan membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak.

“Tapi pemerintah juga tetap kirim notifikasi untuk warga untuk tetap tenang. Kalau bisa sih mengurangi aktivitas di luar kalau enggak mendesak banget,” ungkapnya.

Azmi mengaku pada hari pertama serangan, dentuman ledakan cukup sering terdengar. Pemerintah setempat pun aktif mengirimkan peringatan kepada masyarakat agar tetap waspada dan berada di rumah.

“Cuma, di hari kedua itu alert (peringatan)-nya udah beda, udah bilang kalau bahwa situasi aman, terkendali, semua bisa beraktivitas kembali normal,” bebernya.

Terkait komunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Azmi menyatakan belum melakukan kontak karena wilayah tempat tinggalnya masih dalam kondisi aman. Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan sesama WNI lainnya dan memastikan tidak ada yang berada dalam situasi darurat.

Sebelumnya diberitakan, serangkaian ledakan mengguncang Dubai pada Sabtu (28/2/2026) ketika Iran meluncurkan rudal ke sejumlah negara Teluk dan Israel. Kilatan cahaya dari sistem pertahanan udara terlihat di langit malam kota tersebut.

Sebuah drone dilaporkan menghantam area halaman hotel Fairmont The Palm yang berada di kawasan Palm Jumeirah. Rekaman yang beredar memperlihatkan sebuah rudal melintas sebelum terjadi kobaran api besar di pintu masuk hotel tersebut.

Selain itu, drone Iran juga dilaporkan menghantam Burj Al Arab, hotel ikonik yang dikenal sebagai salah satu hotel paling mewah di dunia.

Meski sempat dilanda ketegangan dan kepanikan, situasi di Dubai kini dilaporkan telah kembali stabil dengan aktivitas masyarakat berjalan normal di bawah pengawasan dan imbauan pemerintah setempat.