Megapolitan

Penembakan di Zona Fan Piala Dunia California, Satu Tewas dan Dua Kritis

×

Penembakan di Zona Fan Piala Dunia California, Satu Tewas dan Dua Kritis

Sebarkan artikel ini

CALIFORNIA, TINTAHIJAU.com – Insiden penembakan terjadi di kawasan hiburan San Pedro Square, wilayah Teluk San Francisco, California, saat warga berkumpul di zona penggemar Piala Dunia 2026, Senin waktu setempat.

Peristiwa itu memicu kepanikan di lokasi yang selama ini menjadi salah satu pusat nonton bareng Piala Dunia di Bay Area. Meski demikian, tidak ada pertandingan yang sedang berlangsung saat insiden terjadi karena laga terakhir hari itu telah berakhir sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi, sementara dua korban lainnya mengalami luka serius dan menjalani perawatan intensif.

“Satu korban dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Korban kedua dibawa ke rumah sakit setempat dengan luka yang mengancam jiwa,” kata polisi San Jose dalam unggahan di platform media sosial X dikutip dari Reuters.

Polisi langsung menutup sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.

“Insiden ini sedang diselidiki sebagai kasus pembunuhan. Beberapa jalan di sekitarnya ditutup,” sambungnya.

Seorang petugas keamanan yang berada di lokasi menggambarkan kondisi korban yang mengalami luka parah.

“Orang itu masih mengerang dan merintih. Ada darah di sekitar leher dan punggung atasnya,” katanya.

“Polisi sedang berbicara dengan petugas keamanan dan beberapa saksi.”

San Pedro Square diketahui telah beberapa kali menjadi lokasi resmi nonton bersama Piala Dunia 2026, termasuk saat laga Amerika Serikat melawan Bosnia di fase gugur.

Sebelumnya, insiden penembakan juga terjadi di dekat markas Timnas Inggris di Kansas City, Missouri, yang mengakibatkan sembilan orang terluka. Peristiwa tersebut kembali memunculkan sorotan internasional terhadap aspek keamanan selama penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Serikat.

“Memang tampak ada upaya untuk membuat sensasi dengan menghubungkan Inggris yang berlatih di Kansas City dengan insiden ini yang hampir tidak ada hubungannya dengan Prairie Village atau Swope Park,” kata Wali Kota Kansas City, Quinton Lucas.

Data Gun Violence Archive mencatat lebih dari 400 penembakan massal terjadi di Amerika Serikat sepanjang 2025, menegaskan masih tingginya kasus kekerasan bersenjata di negara tersebut.