Megapolitan

Tak Punya Kepentingan dalam Konflik Iran, Uni Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz

×

Tak Punya Kepentingan dalam Konflik Iran, Uni Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
Kepala UIrusan Luar Negeri UE Kaja Kallas. (Sumber: AP Photo/Virginia Mayo)

BRUSSEL , TINTAHIJAU.com — Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Kaja Kallas menegaskan bahwa Uni Eropa tidak akan terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat untuk mengamankan Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut disampaikan Kallas sebagai respons atas seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta negara-negara Eropa serta sekutu Washington untuk mengirimkan pasukan ke kawasan tersebut.

Kallas menjelaskan bahwa Uni Eropa tidak memiliki rencana untuk memperluas cakupan Operasi ASPIDES hingga ke Selat Hormuz. Operasi tersebut diketahui merupakan misi gabungan angkatan laut negara-negara Eropa yang difokuskan untuk menjaga keamanan di Laut Merah dari ancaman serangan kelompok Houthi di Yaman.

Mantan Perdana Menteri Estonia itu juga menegaskan bahwa Uni Eropa tidak memiliki kepentingan dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Iran. Ia menilai tujuan dari operasi militer tersebut belum jelas.

“Untuk saat ini, kami tidak berminat untuk mengubah mandat Operasi ASPIDES,” kata Kaja Kallas dalam konferensi pers usai pertemuan Dewan Luar Negeri Uni Eropa di Brussel, Belgia, dikutip Viory, Senin (16/3/2026) waktu setempat.

“Tujuan dari aksi militer ini seharusnya ditanyakan kepada mereka yang memulai perang. Eropa bukanlah bagian dari perang ini. Tujuan politis dari perang ini tidak jelas,” tambahnya.

Meski demikian, Kallas menyebut Uni Eropa tetap memprioritaskan kelancaran distribusi logistik global, termasuk pengiriman pangan, energi, dan pupuk melalui Selat Hormuz.

Sebelumnya, Trump menyerukan pembentukan kekuatan angkatan laut bersama dengan melibatkan negara-negara Eropa serta mitra lain seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Namun, seruan tersebut tidak mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk sekutu Amerika Serikat di NATO.

Sikap serupa juga disampaikan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang menegaskan bahwa Eropa tidak memiliki kepentingan dalam konflik tersebut.

“Ini bukan perang kami. Kami tidak memulainya,” kata Boris Pistorius dikutip Al Jazeera.