Megapolitan

Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Beri Bantahan Keras

×

Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Beri Bantahan Keras

Sebarkan artikel ini
Presiden Donald Trump berbicara selama acara tentang Ikrar Perlindungan Pembayar Tarif, di Ruang Perjanjian Indian di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower di kompleks Gedung Putih, Rabu, 4 Maret 2026, di Washington. (Sumber: Foto AP/Jacquelyn Martin)

WASHINGTON D.C., TINTAHIJAU.com – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru yang penuh spekulasi. Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pihak Teheran tengah mengemis gencatan senjata, sebuah pernyataan yang langsung memicu reaksi keras dan bantahan telak dari otoritas Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu (1/4/2026), Trump menyatakan bahwa “presiden dari rezim baru Iran” berkeinginan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang kian eskalatif. Namun, klaim tersebut dibarengi dengan ancaman militer yang tidak main-main.

Syarat Ketat dan Ancaman “Kehancuran Total”

Dalam unggahan yang muncul menjelang pidato kenegaraan pentingnya tersebut, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan melunak begitu saja. Ia menetapkan syarat mutlak bagi terciptanya perdamaian di kawasan Teluk.

“Gencatan senjata hanya akan terjadi jika Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya. Sampai saat itu tiba, kami akan menghantam Iran hingga hancur total,” tulis Trump dengan nada provokatif.

Langkah ini dipandang sebagai upaya Washington untuk mengamankan jalur perdagangan minyak dunia yang selama ini terganggu akibat konflik di kawasan tersebut. Selain menekan Iran, Trump juga diketahui sempat melontarkan kritik tajam terhadap sekutu Eropa di NATO yang dinilainya kurang suportif dalam menghadapi Teheran.

Teheran: “Klaim Tidak Berdasar”

Respons dari pihak Iran tidak butuh waktu lama untuk muncul. Mengutip laporan Associated Press, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menepis pernyataan Trump sebagai narasi fiktif.

“Klaim yang disampaikan (Trump) adalah tidak benar dan sama sekali tidak berdasar,” tegas Baghaei dalam pernyataan resminya.

Senada dengan Baghaei, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menunjukkan sikap menantang. Ia menegaskan bahwa posisi Teheran tetap solid dan tidak akan goyah hanya karena tekanan ekonomi maupun ancaman militer dari Gedung Putih.

Poin-Poin Utama Eskalasi AS-Iran:

  • Klaim Trump: Iran menginginkan gencatan senjata melalui komunikasi presiden baru mereka.
  • Syarat AS: Pembukaan total Selat Hormuz sebagai harga mati perdamaian.
  • Sikap Iran: Membantah klaim tersebut dan menyatakan siap melanjutkan perlawanan.
  • Kondisi Regional: Ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi titik api utama yang mengancam stabilitas energi global.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih menunjukkan kesiagaan tinggi dari kedua belah pihak, tanpa ada tanda-tanda de-eskalasi yang nyata di meja diplomasi.