Olahraga

Dibantu Pelatih dari Indonesia, Tim Pencak Silat Kazakhstan Raih Prestasi di Dubai

×

Dibantu Pelatih dari Indonesia, Tim Pencak Silat Kazakhstan Raih Prestasi di Dubai

Sebarkan artikel ini
Tim pencak silat Kazakhstan yang dilatih pelatih Indonesia, berhasil menorehkan prestasi di Kejuaraan Dunia yang digelar di Dubai, UEA. (Sumber: KBRI Astana)
Tim pencak silat Kazakhstan yang dilatih pelatih Indonesia, berhasil menorehkan prestasi di Kejuaraan Dunia yang digelar di Dubai, UEA. (Sumber: KBRI Astana)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Keberhasilan tim pencak silat Kazakhstan dalam Kejuaraan Dunia yang digelar di Dubai mendapatkan sorotan positif. Tim ini berhasil meraih prestasi gemilang, membuktikan bahwa upaya kolaborasi antara Indonesia dan Kazakhstan dalam mengembangkan pencak silat semakin membuahkan hasil.

Pertumbuhan pencak silat di Kazakhstan didukung oleh inisiatif dari pemerintah Indonesia. Langkah-langkah konkret seperti membawa pelatih dari Indonesia, menyewakan gedung turnamen, serta memberikan seragam, baju pelindung, dan properti silat, menjadi bukti nyata dukungan Indonesia terhadap kemajuan olahraga ini di Kazakhstan.

Langkah strategis tersebut tidak hanya terbatas pada tingkat nasional, tetapi juga mencakup partisipasi dalam turnamen pencak silat di tingkat daerah dan nasional Kazakhstan.

Dukungan yang lebih luas pun diberikan untuk kejuaraan Asia dan dunia. Pencanangan Pencak Silat Corner di Rumah Budaya Indonesia di Astana oleh KBRI pada 28 November 2022 menjadi bukti konkrit lainnya tentang komitmen untuk mendukung pesilat Kazakhstan.

Tahun ini, KBRI Astana menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan. Tiga pelatih silat dari UNY, yaitu Muh. Abdul Haris, Luky Fatur Ramadhan, dan Tri Utaminingsih, dipercaya untuk membantu persiapan tim Kazakhstan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Kejuaraan Dunia di Dubai.

Hasil kolaborasi ini tampak jelas pada Kejuaraan Pencak Silat Senior Asia ke-7 dan Kejuaraan Terbuka Timur Tengah ke-1 di Dubai pada 7-13 November 2023. Dengan total lebih dari 400 atlet dari 17 negara, Kazakhstan berhasil memperoleh prestasi gemilang dengan raihan 1 emas, 3 perak, dan 7 perunggu di Kejuaraan Asia, serta 8 emas, 10 perak, dan 9 perunggu di Kejuaraan Terbuka Timur Tengah.

Prestasi ini merupakan kelanjutan dari pencapaian sebelumnya pada 2022, di mana atlet pencak silat Kazakhstan meraih 1 perak dan 1 perunggu di Malaka, Malaysia, dan 1 perak di India.

Dubes RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, memberikan selamat atas pencapaian tersebut, menyebutnya sebagai langkah monumental Kazakhstan merebut medali emas dalam kejuaraan pencak silat tingkat Asia.

Pencak silat yang mulai berkembang pesat di Kazakhstan sejak 2019 telah melibatkan 30 klub resmi dalam Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan di 15 daerah, dengan total atlet mencapai 4.000 orang. Prestasi tim Kazakhstan dalam kejuaraan ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan pencak silat di Eurasia.

KBRI Astana berencana terus mengembangkan sinergi dalam mengembangkan pencak silat di Kazakhstan, menjadikan negara tersebut sebagai “ibu kota pencak silat” di Asia Tengah dan Eurasia.

Diplomasi pencak silat dianggap penting oleh Dubes Fadjroel, mengingat minat besar masyarakat Kazakhstan dan Tajikistan terhadap olahraga bela diri. Pencak silat juga diharapkan dapat menjadi bagian dari ajang Olimpiade di masa depan, mengangkat citra positif Indonesia di mata dunia.