LAMPUNG, TINTAHIJAU.Com – Laga pekan ke-31 Super League 2025/26 antara Persib Bandung dan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Kamis (30/4/2026), berbuntut panjang. Kapten Persib, Marc Klok, dituding melakukan tindakan rasisme terhadap pemain asing Bhayangkara FC, Henry Doumbia.
Kasus ini mencuat setelah video perdebatan antara Marc Klok dan kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto, viral di media sosial. Pihak Bhayangkara FC mengeklaim bahwa Doumbia melaporkan adanya ucapan rasis dari Klok pada babak pertama, yang kemudian memicu konfrontasi antarkapten setelah peluit panjang dibunyikan.
Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC mengambil langkah tegas dengan melaporkan insiden ini kepada Match Commissioner dan mengirim surat resmi ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
“Bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC, aksi rasis baik di dalam dan di luar sepak bola adalah hal yang tidak bisa diterima,” tulis pernyataan resmi klub melalui akun Instagram mereka.
Menanggapi tuduhan serius tersebut, Marc Klok memberikan bantahan keras melalui laman resmi Persib Bandung. Pemain naturalisasi ini menegaskan bahwa dirinya selalu menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan profesionalisme sepanjang kariernya.
Klok menjelaskan bahwa insiden tersebut murni merupakan kesalahpahaman pendengaran. Saat Persib mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 2-1, Klok mengaku meminta bola kepada Henry Doumbia yang menahan bola untuk menunda kick-off.
“Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, ‘Give me the ball back‘ (kembalikan bolanya kepada saya). Henry Doumbia kemudian meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata ‘black’,” terang Klok.
Klok menyayangkan sikap manajer Bhayangkara FC, Sumardji, yang dianggapnya terus melontarkan tuduhan rasisme di area ruang ganti meski situasi di lapangan sebenarnya sudah diklarifikasi.
- Bantahan Keras: Menolak segala tuduhan rasisme dan merasa nama baiknya dirugikan.
- Klarifikasi Pemain: Menyebut Henry Doumbia sudah mengakui adanya salah paham.
- Tuntutan: Mengharapkan permintaan maaf resmi dari pihak Bhayangkara Presisi Lampung FC atas penyebaran informasi yang tidak benar.
Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu tindak lanjut dari Komdis PSSI untuk meninjau laporan dari pihak Bhayangkara FC serta bukti-bukti yang ada guna menjernihkan persoalan yang mencoreng sportivitas sepak bola nasional ini.





