Olahraga

Sengketa Lama dengan Daisuke Sato, Persib Bandung Terkena Sanksi Larangan Transfer FIFA

×

Sengketa Lama dengan Daisuke Sato, Persib Bandung Terkena Sanksi Larangan Transfer FIFA

Sebarkan artikel ini
Bojan Hodak dan Daisuke Sato dalam konferensi pers. Foto: Sudirman Wamad/detikJabar

BANDUNG, TINTAHIJAU.com — Klub raksasa sepak bola Indonesia, Persib Bandung, baru-baru ini dikejutkan oleh sanksi dari federasi sepak bola dunia, FIFA. Sanksi tersebut berupa larangan mendaftarkan pemain baru. Namun, manajemen Persib langsung bergerak cepat memberikan penjelasan agar tidak terjadi salah paham di kalangan pendukung setianya, Bobotoh.

Pihak manajemen menegaskan bahwa hukuman ini sama sekali bukan karena klub tidak punya uang atau menunggak gaji pemain yang ada saat ini. Masalah ini murni merupakan buntut dari sengketa kontrak lama dengan mantan pemain asing mereka asal Filipina, Daisuke Sato.

Kilas Balik Sengketa Masalah ini bermula pada pertengahan musim 2023/2024 lalu. Saat itu, posisi pelatih Luis Milla digantikan oleh Bojan Hodak. Demi strategi tim, pelatih baru memutuskan untuk mengganti Daisuke Sato dengan pemain lain. Keputusan ini terbukti jitu karena Persib akhirnya keluar sebagai juara Liga 1 pada musim tersebut.

Meski berbuah piala juara, pemutusan kontrak di tengah jalan tersebut menyisakan masalah hukum. Persib tidak langsung menerima tuntutan ganti rugi awal dari pihak pemain, melainkan memilih membawa kasus ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) di Swiss demi mendapatkan keadilan nilai kompensasi.

Menurut aturan FIFA, nilai ganti rugi akibat pemutusan kontrak harus memperhitungkan gaji sang pemain di klub barunya. Manajemen Persib sempat merasa ada kejanggalan pada laporan gaji Sato di klub barunya setelah keluar dari Bandung, karena nilainya dianggap terlalu kecil dan tidak masuk akal untuk ukuran pemain profesional.

Proses pengecekan di pengadilan internasional tersebut memakan waktu berbulan-bulan. Pengadilan harus memeriksa secara rinci seluruh komponen pendapatan sang pemain, mulai dari uang saku hingga uang pesangon di klub barunya.

Langkah Persib membawa kasus ini ke pengadilan dunia ternyata membuahkan hasil positif. Sekitar dua bulan lalu, pengadilan memutuskan untuk memotong nilai denda yang harus dibayar Persib. Awalnya, Persib dituntut membayar sebesar Rp3,03 miliar, namun setelah melalui sidang, angka tersebut berhasil turun menjadi Rp2,7 miliar.

“Ini adalah proses hukum biasa yang sudah kami ikuti sejak lama. Jadi bukan hal yang mengagetkan. Begitu angkanya sudah pasti dan jelas, kami akan segera melunasinya dalam waktu dekat,” ujar Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat.

Pihak manajemen juga meminta para pendukung tidak perlu cemas. Sanksi dari FIFA ini bersifat sementara dan otomatis akan langsung dicabut seketika setelah Persib mengirimkan bukti transfer pembayaran denda kepada FIFA.

Selain itu, hukuman ini hanya menutup sistem komputer pendaftaran pemain secara internasional, bukan melarang klub untuk berburu pemain baru. Proses berburu pemain, negosiasi gaji, hingga penandatanganan kontrak baru di balik layar tetap bisa berjalan normal seperti biasa.

Belajar dari pengalaman kasus Daisuke Sato, manajemen Persib kini telah memperbaiki sistem pemutusan kontrak mereka agar kejadian serupa tidak terulang. Sebagai bukti, saat melepas pemain asingnya yang lain, William Marcilio, di musim 2025/2026, prosesnya selesai dengan damai lewat kesepakatan bersama tanpa ada gugatan hukum sama sekali.

Dengan kondisi keuangan klub yang sehat dan nilai penalti yang sudah jelas, manajemen menjamin bahwa masalah administrasi ini akan beres dalam hitungan hari, dan Persib siap menyongsong musim kompetisi baru dengan skuad terbaiknya.

Sumber: detikcom