SUBANG, TINTAHIJAU.COM — Bupati Subang Reynaldy Putra menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dalam menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi Sunda sebagai bagian dari identitas daerah dan kebanggaan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Reynaldy usai menghadiri Pagelaran Drama Musikal Kolosal di halaman Gedung Sate, Minggu malam, dalam rangkaian penutupan Milangkala Tatar Sunda 2026.
Dalam unggahannya, Reynaldy menyebut pagelaran yang mengusung tema “Tak Tentang Keruntuhannya, Tentang Kebangkitannya Kembali” itu menjadi pengingat penting tentang nilai luhur budaya Sunda yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Pagelaran ini menjadi pengingat bahwa budaya Sunda memiliki nilai luhur yang harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi muda,” tulisnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya dan tradisi Sunda di tengah perkembangan zaman.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Subang akan terus mendukung pelestarian budaya dan tradisi Sunda sebagai bagian dari jati diri dan kebanggaan urang Sunda,” ujar Reynaldy.
Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai tradisi daerahnya sendiri.
Rangkaian Milangkala Tatar Sunda sendiri telah digelar sejak 3 Mei 2026 di Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kota Bandung pada 16 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat disuguhkan kirab budaya yang dimulai dari Kiara Artha Park, melintasi Jalan Jakarta, Jalan WR Supratman hingga berakhir di Gedung Sate.
Puncak acara Milangkala Tatar Sunda kemudian berlanjut pada Minggu (17/5/2026) malam melalui pagelaran Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda di kawasan Parkir Barat Gedung Sate.
Sebelumnya, menjelang Milangkala Tatar Sunda 18 Mei 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggelar Kirab Budaya Mahkota Binokasih di sembilan daerah.
Kegiatan diawali di Sumedang pada 2 Mei 2026, kemudian berlanjut ke Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Karawang, Cirebon, dan berakhir di Kota Bandung.
Puncak Kirab Budaya Tatar Sunda Hari ke-9 Mahkota Ajeg Ki Sunda di Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026), mengusung tema “Nyuhun Buhun Nata Nagara”.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta menampilkan beragam kesenian dari sejumlah daerah di luar Jawa Barat, seperti Jakarta, Banten, Tegal, Brebes, Banyumas, Ponorogo, Surakarta, Yogyakarta, Madura, Aceh hingga Bali.
Kirab budaya itu merupakan rangkaian Napak Tilas Pajajaran yang mengarak Mahkota Binokasih sejak 3 Mei 2026 dari Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kota Bandung sebagai puncak perhelatan budaya Tatar Sunda tahun ini.
Dalam gelaran budaya tersebut, Kabupaten Subang turut menampilkan kesenian khas daerah berupa sisingaan dan Tari Doger Subang yang berhasil menarik perhatian masyarakat.
Bupati Subang Kang Rey bersama Ketua TP PKK Kabupaten Subang tampil menaiki Kereta Kencana dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati sepanjang jalur kirab. Seruan “Subang Ngabret” pun beberapa kali menggema di sepanjang rute kegiatan.





