Pemerintahan

Kebocoran Pengadaan Terungkap, Purbaya Yudhi Sadewa Benahi Tata Kelola Anggaran

×

Kebocoran Pengadaan Terungkap, Purbaya Yudhi Sadewa Benahi Tata Kelola Anggaran

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan dengan investor di New York dan Washington DC, Amerika Serikat, guna memperkuat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia. (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya celah dalam sistem pengelolaan anggaran pemerintah setelah ditemukannya kebocoran dalam proses pengadaan pada tahun lalu, termasuk terkait rencana pembelian motor listrik untuk BGN.

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Ia menegaskan, sebelumnya pemerintah telah memutuskan untuk menolak pengadaan tersebut dalam rapat resmi.

“Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, saya tolak, sudah diputuskan di rapat. Tapi ternyata ada kebocoran dari cara tertentu untuk melewati itu, sehingga sempat keluar,” ujar Purbaya seperti yang dimuat di laman KOMPAS.tv, dikutip Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi evaluasi penting bagi pemerintah dalam memperkuat tata kelola anggaran negara. Perbaikan kini difokuskan pada sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran agar celah serupa tidak kembali terjadi.

“Sekarang sudah kita perbaiki, dan hal seperti itu akan kita minimalisir semaksimal mungkin,” katanya.

Selain pembenahan sistem, pemerintah juga mendorong percepatan realisasi belanja negara agar dampaknya dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kebijakan fiskal yang tengah dijalankan.

Purbaya menyebutkan, realisasi belanja pemerintah pusat menunjukkan pertumbuhan signifikan, yakni sekitar 31,4 persen secara tahunan.

Pemerintah berharap perbaikan sistem serta percepatan belanja dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.