Pemerintahan

Presiden Prabowo Sebut Kritik Adalah Sarana Koreksi, Bukan Ancaman

×

Presiden Prabowo Sebut Kritik Adalah Sarana Koreksi, Bukan Ancaman

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/10/2024). Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang kabinet paripurna perdana yang dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww/pri.

JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya tidak alergi terhadap kritik. Dalam pidatonya pada acara Sarasehan Ekonomi yang digelar di Jakarta pada Selasa, 8 April 2025, Prabowo menyatakan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam proses bernegara.

“Kita tidak anti kritik, kita malah suka kritik. Kritik itu adalah membantu kita, membuat kita lebih aware, lebih waspada. Jadi kritik itu bagus menurut saya,” ungkap Prabowo di hadapan peserta sarasehan.

Ia menambahkan, kritik seharusnya dipandang sebagai pengingat dan alat koreksi bagi para pemimpin agar tetap berjalan di jalur yang benar dan terbuka terhadap berbagai masukan.

Landasan Pemerintahan: Pancasila dan UUD 1945

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintahan yang ia jalankan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Prinsip-prinsip tersebut, menurutnya, bukan hanya slogan kosong, tetapi menjadi fondasi dalam pengambilan kebijakan, khususnya di bidang ekonomi.

“Ekonomi kita harus berdasarkan sila-sila itu. Berketuhanan harus mengandung persatuan Indonesia. Kita tidak mau menjual kekayaan kita dengan murah,” ujarnya menekankan.

Komitmen terhadap Keadilan Sosial

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya keadilan sosial sebagai tujuan utama dari seluruh kebijakan ekonomi. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada warga negara Indonesia yang kelaparan atau hidup dalam kondisi tidak layak.

“Ini menusuk rasa keadilan. Tidak boleh ada orang yang tidak makan. Ini yang mendasari dan kita buat strategi,” jelasnya.

Tantangan Global dan Kemandirian Nasional

Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung kondisi ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan ekonomi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, kebijakan tarif tinggi yang diterapkan negara adidaya itu menimbulkan kegelisahan di berbagai negara.

“Apa yang terjadi sekarang, goncangan dunia akibat negara yang ekonomi terkuat, membuat kebijakan-kebijakan… ini bisa dikatakan menimbulkan ketidakpastian dunia,” katanya.

Ia pun kembali mengingatkan pentingnya kemandirian ekonomi nasional, sebuah gagasan yang menurutnya telah lama disuarakan oleh para pendiri bangsa.

“Mari kita bangun ekonomi kita dengan sasaran berdiri di atas kaki kita sendiri,” ajaknya.

Fokus pada Industrialisasi dan Ketahanan Sumber Daya

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Prabowo menekankan pentingnya memperkuat sektor pangan, energi, dan pengelolaan air yang berkelanjutan. Ia menilai bahwa langkah ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Karena itu, suasana pada pangan menjadi suasana kita. Suasana pada energi, suasana pada dan manajemen air yang baik. Dan tentunya industrialisasi supaya nilai tambah ada di republik kita,” pungkasnya.