Ragam

Awal Mula Penemuan Sinar X Hingga Efek Sampingnya Bagi Kesehatan

×

Awal Mula Penemuan Sinar X Hingga Efek Sampingnya Bagi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Tangan Teknisi sinar X
Tangan teknisi sinar X yang mencoba menggunakan tangannya sendiri utuk menguji coba alat yang dibuatnya.

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Paparan sinar X telah menjadi bagian integral dari dunia medis modern, menyediakan cara yang efektif untuk melihat ke dalam tubuh manusia dan mendeteksi berbagai kondisi medis.

Namun tahukah anda bahwa sejarah penggunaan sinar X pada kenyataannya tidak selalu seaman seperti yang kita kenal saat ini.

Pada awal penemuan sinar X, tahun 1895 oleh seorang insinyur mekanik dan fisikawan Jerman bernama Wilhelm Conrad Röntgen, sinar X dianggap sebagai inovasi revolusioner.

Röntgen menamainya “X-ray” karena pada saat itu, belum ada nama khusus untuk penemuannya dan ia memutuskan untuk menggunakan simbol matematika “x” yang mewakili sesuatu yang tidak diketahui.

Pada awal abad ke-20, sinar X belum sepenuhnya dipahami dan dihargai dalam hal risiko kesehatan. Sebuah gambar yang menunjukkan tangan seorang teknisi sinar X di Royal London Hospital pada tahun 1900 menggambarkan kerusakan yang disebabkan oleh paparan radiasi sinar X.

Pada masa itu, para teknisi sinar X kerap melakukan kalibrasi mesin dengan cara mengambil gambar sinar X dari tangan mereka sendiri setiap pagi.

Pertanyaan mungkin muncul, mengapa tidak menggunakan objek lain, seperti sepotong daging atau kaki ayam, untuk menguji sinar X? Pada waktu itu, pengetahuan tentang bahaya paparan radiasi belum sepenuhnya dipahami, sehingga orang-orang percaya bahwa penggunaan tangan mereka tidak akan membahayakan.

Bahkan, beberapa orang pada saat itu dapat membeli dan membuat sendiri mesin sinar X untuk tujuan hiburan di rumah. Namun, ironisnya, banyak dari mereka yang melakukannya kemudian mengalami kanker atau harus menjalani amputasi.

Wilhelm Conrad Röntgen sendiri tidak mengajukan paten untuk penemuan-penemuannya karena ia ingin masyarakat mendapatkan manfaat dari aplikasi praktis sinar X. Pada tahun 1901, Röntgen bahkan dianugerahi Nobel Prize in Physics pertama untuk kontribusinya yang luar biasa.

Dengan perkembangan pengetahuan tentang bahaya radiasi, penggunaan sinar X saat ini menjadi lebih terkendali dan aman seiring berrjalannya waktu. Meskipun risiko kesehatan tetap ada, langkah-langkah perlindungan dan regulasi ketat telah diterapkan untuk memastikan penggunaan sinar X yang aman dan bertanggung jawab dalam dunia medis maupun di luar itu.