Ragam

Bahaya Campak Saat Kehamilan, Ini Dampaknya bagi Ibu dan Bayi

×

Bahaya Campak Saat Kehamilan, Ini Dampaknya bagi Ibu dan Bayi

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan biasanya ditandai dengan demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit.

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Jika terjadi saat kehamilan, campak dapat menimbulkan berbagai risiko bagi ibu maupun bayi yang dikandung.

Berikut beberapa dampak campak pada ibu hamil yang perlu diwaspadai!

1. Risiko Keguguran
Infeksi campak pada awal kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran, terutama jika kondisi ibu sedang lemah atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Kelahiran Prematur
Campak dapat memicu kelahiran sebelum waktunya. Bayi yang lahir prematur biasanya memiliki berat badan rendah dan membutuhkan perawatan khusus.

3. Berat Badan Bayi Rendah
Infeksi virus selama kehamilan bisa mengganggu pertumbuhan janin sehingga bayi berpotensi lahir dengan berat badan di bawah normal.

4. Komplikasi pada Ibu
Ibu hamil yang terkena campak juga berisiko mengalami komplikasi seperti infeksi paru-paru atau kondisi tubuh yang semakin melemah karena sistem kekebalan menurun.

5. Penularan pada Bayi
Dalam beberapa kasus, virus campak dapat menular dari ibu kepada bayi, terutama jika infeksi terjadi menjelang waktu persalinan.

Untuk mencegah risiko tersebut, penting bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan, menghindari kontak dengan penderita campak, serta rutin memeriksakan kehamilan ke tenaga kesehatan.

Jika muncul gejala seperti demam tinggi dan ruam pada kulit, segera periksakan diri agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Dengan kewaspadaan dan perawatan yang baik, risiko komplikasi akibat campak saat kehamilan dapat diminimalkan.