JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF) 2024 siap digelar pada 19 hingga 23 November di kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi.
Festival tahunan ini, yang dimulai pada tahun 2012, terus mengangkat tema-tema penting seputar sastra, kebudayaan, dan sejarah nusantara, dengan fokus pada keunikan serta kekayaan pemikiran budaya Indonesia.
Tahun ini, BWCF mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan terbaru dalam dunia arkeologi Sumatra, yakni khazanah percandian, prasasti, arca, dan pelabuhan kuno di Sumatra, dengan penekanan pada temuan-temuan baru seperti prasasti Baturaja dan situs Bongal.
Penyelenggaraan festival ini juga bertepatan dengan upaya pemerintah dalam revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional Muarajambi, yang diharapkan akan menjadi situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2025.
Berbagai acara menarik akan diselenggarakan sepanjang festival, termasuk pidato kebudayaan, simposium, ceramah umum, diskusi sastra, peluncuran buku, serta berbagai pertunjukan seni dan sastra.
Selain itu, BWCF 2024 akan mengundang para pakar arkeologi Sriwijaya, seniman, dan sastrawan terkemuka, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.Di antara rangkaian acara, festival ini juga menawarkan program meditasi yang dapat diikuti oleh publik di percandian Muarajambi, serupa dengan program meditasi yang diadakan di Candi Borobudur.
Festival ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya tarik Muarajambi sebagai tujuan wisata heritage, serta mendorong pemahaman lebih dalam tentang kebudayaan Sriwijaya dan Melayu.
BWCF 2024 menjadi ajang untuk mengenang kontribusi penting arkeolog perempuan Indonesia, seperti almarhumah Satyawati Suleiman, yang dikenal sebagai pelopor studi arkeologi di Sumatra.
Dengan tema “Muarajambi dan Arkeologi Sumatra”, BWCF 2024 tidak hanya menjadi wahana budaya dan sastra, tetapi juga upaya untuk melestarikan dan mempromosikan warisan sejarah yang sangat berharga bagi Indonesia dan dunia.
Penulis: Kin Sanubary | Editor: Oki Rosgani





