YOGYAKARTA, TINTAHIJAU.com – Listrik yang tiba-tiba padam di rumah atau tempat usaha acap kali membuat panik masyarakat. Namun, terhentinya aliran listrik ternyata tidak selalu disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem. PT PLN (Persero) menegaskan bahwa pemadaman bisa saja dilakukan secara sengaja dan terjadwal demi pemeliharaan jaringan serta menjaga keandalan pasokan listrik ke pelanggan.
Mengutip informasi dari akun Instagram resmi PLN @plnjogja pada Selasa (7/7/2026), pihak PLN menjelaskan bahwa setiap jenis pemadaman memerlukan penanganan yang berbeda di lapangan, tergantung pada faktor pemicunya. Secara umum, penyebab padamnya listrik dibagi menjadi dua kategori utama: pemadaman terencana (terjadwal) dan pemadaman tidak terencana (gangguan).
1. Pemadaman Terencana (Terjadwal)
Pemadaman jenis ini dilakukan secara sengaja oleh PLN untuk mendukung pekerjaan perawatan infrastruktur dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan jangka panjang. Biasanya, PLN akan memberikan informasi terlebih dahulu kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi sebelum pemadaman dilakukan.
Beberapa pekerjaan yang memicu pemadaman terencana antara lain:
- Penggantian kabel listrik yang sudah usang atau memerlukan peningkatan kapasitas.
- Pemeliharaan gardu distribusi secara berkala.
- Pemeliharaan pembangkit listrik dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
- Penambahan atau peningkatan performa peralatan pada jaringan listrik.
2. Pemadaman Tidak Terencana (Gangguan)
Berbeda dengan pemadaman terjadwal, pemadaman tidak terencana terjadi secara mendadak akibat faktor eksternal di luar kendali operasional normal PLN. Faktor cuaca, kondisi lingkungan, hingga kejadian tak terduga menjadi pemicu utama gangguan ini.
Beberapa penyebab populer dari pemadaman tidak terencana meliputi:
- Pohon atau ranting yang tumbang dan menyentuh jaringan kabel listrik.
- Cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, angin kencang, serta sambaran petir.
- Kerusakan tiang atau jaringan listrik akibat kecelakaan lalu lintas maupun bencana alam.
- Gangguan hewan atau benda asing, seperti layang-layang yang tersangkut pada kabel tegangan tinggi.
Dampak dari pemadaman listrik ini memang kerap kali dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, mulai dari pelaku usaha mikro seperti penjual ikan hias dan pengusaha laundry yang mengeluh operasionalnya terganggu, hingga kejadian fatal seperti siswa sekolah yang gagal menyelesaikan ujian berbasis komputer akibat mati lampu.
Cara Cek Informasi Pemadaman Secara Mandiri via Aplikasi
Untuk memudahkan pelanggan mengidentifikasi apakah mati lampu di rumahnya merupakan bagian dari pemeliharaan atau adanya gangguan massal, PLN telah meluncurkan fitur digital bernama “Cek Padam Sekitar Saya”.
Melalui fitur ini, pelanggan dapat memantau area yang terdampak pemadaman serta kondisi jaringan listrik di sekitar lokasi mereka secara real-time tanpa harus mengantre di layanan panggilan (call center). Berikut langkah-langkah mengeceknya secara online:
- Unduh dan buka aplikasi PLN Mobile di ponsel pintar Anda.
- Masuk (login) menggunakan nomor ponsel yang sudah terdaftar.
- Pada halaman utama aplikasi, pilih dan klik menu Pengaduan.
- Di dalam menu tersebut, ketuk fitur Cek Padam Sekitar Saya.
- Pilih atau masukkan ID Pelanggan yang ingin Anda periksa kondisinya.
- Tunggu beberapa saat selagi sistem memproses data lokasi.
- Aplikasi akan memunculkan peta interaktif yang menampilkan status kelistrikan di sekitar area tempat tinggal Anda, lengkap dengan informasi jika wilayah tersebut sedang mengalami gangguan atau pemeliharaan.
Dengan adanya keterbukaan informasi ini, PLN berharap masyarakat dapat mengantisipasi aktivitas harian mereka dan lebih mudah melaporkan jika terjadi kendala kelistrikan di wilayah masing-masing.
Sumber: KOMPAS





