SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Direktur Operasional PT Subang Sejahtera, Cucu Suhendi, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dipimpin Bupati Subang selaku pemegang saham.
Kepala Sub Bagian Ekonomi Setda Subang, Deni Kurnia, mengatakan RUPSLB yang membahas pengunduran diri Cucu Suhendi telah digelar pada Selasa (30/6/2026) di ruang rapat Bupati Subang.
“Betul, pengunduran diri saudara Cucu Suhendi diterima oleh Bupati Subang dan disetujui dalam RUPS Luar Biasa,” ujar Deni saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2026).
Menurut Deni, pengunduran diri tersebut dilakukan atas alasan pribadi dan telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Sesuai PP Nomor 54 Tahun 2017, direksi dapat diberhentikan karena meninggal dunia atau mengundurkan diri. Beliau mengundurkan diri karena alasan pribadi dan itu merupakan hak yang bersangkutan,” jelasnya.
Deni menerangkan, proses pengunduran diri diawali dengan penyampaian surat pengunduran diri oleh Cucu Suhendi kepada komisaris PT Subang Sejahtera. Selanjutnya, komisaris menyampaikan laporan tersebut kepada Bupati Subang sebagai pemegang saham untuk diputuskan melalui RUPSLB.
Pasca pengunduran diri tersebut, jabatan Direktur Operasional untuk sementara dapat diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) yang ditunjuk komisaris. Penunjukan itu wajib dilaporkan kepada Bupati dan hanya dapat berasal dari unsur internal perusahaan.
“Terdapat aturan bahwa jabatan direksi yang kosong bisa diisi oleh Plt yang ditunjuk komisaris, namun tetap harus dilaporkan kepada Bupati,” kata Deni.
Ia menambahkan, masa jabatan Plt dibatasi paling lama enam bulan sambil menunggu proses penetapan direksi definitif.
Cucu Suhendi diketahui merupakan salah satu jajaran direksi PT Subang Sejahtera periode 2025 bersama Direktur Utama Ahmad Dodi Budiyanto dan Direktur Keuangan Deden Insan Nugraha.
Menariknya, di tengah perubahan susunan direksi, PT Subang Sejahtera disebut tetap menunjukkan kinerja positif. Deni mengungkapkan BUMD yang dikenal sebagai perusahaan “palu gada” tersebut mencatat tren kinerja keuangan yang membaik pada tahun buku 2025. Namun, rincian capaian keuangan perusahaan belum dipaparkan lebih lanjut.





