SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-12 bulan suci Ramadhan, umat Islam kembali diingatkan untuk memperkuat kualitas spiritual melalui doa-doa yang sarat makna.
Pada hari kedua belas ini, doa yang dipanjatkan berisi permohonan agar Allah SWT menutup aib, menjaga kesucian diri, serta menganugerahkan sifat qanaah atau merasa cukup atas segala pemberian-Nya.
Adapun doa Ramadhan hari ke-12 sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ زَ يِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَاحْمِلْنِي فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِينَ
Latin:
Allâhumma zayyinnî fîhi bissitri wal ‘afâf wasturnî fîhi bilibâsil qunû’i wal kafâf wahmilnî fîhi ‘alal ‘adli wal inshâf wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu bi’ismatika ya ‘ismatal khâifîn.
Artinya:
“Ya Allah, hiasilah aku di bulan ini dengan penutup aib dan kesucian diri. Tutupilah aku dengan pakaian qanaah dan kecukupan. Arahkan aku pada keadilan dan kejujuran, serta selamatkan aku dari segala sesuatu yang kutakuti dengan penjagaan-Mu, wahai penjaga orang-orang yang ketakutan.”
Doa ini mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kehormatan diri (al-‘afaf) dan memohon perlindungan agar aib tidak tersingkap. Dalam kehidupan sosial, menjaga aib bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tidak membuka kekurangan orang lain.
Selain itu, sifat qanaah atau merasa cukup menjadi penekanan utama. Di tengah derasnya godaan duniawi, qanaah menjadi kunci ketenangan hati. Orang yang qanaah tidak mudah iri, tidak berlebihan dalam mengejar materi, dan tetap bersyukur atas rezeki yang diterima.
Doa ini juga memohon agar senantiasa dibimbing dalam keadilan dan kejujuran (al-‘adl wal inshaf), dua nilai yang sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan keadilan dan sikap proporsional, hubungan sosial dapat terjaga dengan baik.
Pada akhirnya, permohonan perlindungan dari segala rasa takut menunjukkan bahwa manusia memiliki keterbatasan. Hanya kepada Allah SWT tempat berlindung dan memohon rasa aman.
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperbaiki akhlak dan memperkuat keimanan.
Doa hari ke-12 ini menjadi pengingat agar setiap Muslim menjaga kehormatan diri, hidup sederhana, berlaku adil, dan senantiasa bersandar kepada perlindungan Allah SWT.





