Ragam

Harga Pangan di Tasikmalaya “Ugal-ugalan” Jelang Lebaran, Cabai Domba Tembus Rp100 Ribu

×

Harga Pangan di Tasikmalaya “Ugal-ugalan” Jelang Lebaran, Cabai Domba Tembus Rp100 Ribu

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA, TINTAHIJAU.com – Menjelang hari raya Idulfitri, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya harus mengelus dada. Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Singaparna terpantau melonjak tajam atau “ugal-ugalan” pada Senin (9/3/2026). Komoditas seperti cabai domba, daging ayam, hingga telur ayam menjadi penyumbang kenaikan paling signifikan.

Lonjakan Harga yang Mencekik

Kenaikan paling drastis terjadi pada cabai domba yang kini menyentuh angka Rp100.000 per kilogram, melonjak jauh dari harga normal di kisaran Rp60.000. Pedagang memprediksi harga ini masih bisa merangkak naik hingga Rp120.000 saat mendekati hari H Lebaran.

Dikutip dari laman detikJabar, berikut adalah rincian kenaikan harga beberapa komoditas utama:

KomoditasHarga Normal (Rp)Harga Saat Ini (Rp)Kenaikan
Cabai Domba60.000 /kg100.000 /kg66%
Daging Ayam36.000 /kg45.000 /kg25%
Telur Ayam27.000 /kg29.000 – 30.000 /kg~10%

Daya Beli Lesu, Pedagang Jual Telur Pecah

Melambungnya harga pangan berdampak langsung pada omzet pedagang. Enung, seorang pedagang daging ayam, mengeluhkan penurunan penjualan yang drastis. Jika biasanya ia mampu menjual hingga 2 kuintal ayam per hari, kini ia hanya mampu menjual sekitar 40-50 kilogram saja.

Kondisi yang sulit ini memaksa pedagang kreatif sekaligus prihatin dalam menyiasati daya beli warga yang melemah:

  • Strategi Telur Pecah: Untuk membantu konsumen yang tidak mampu membeli per kilo, pedagang menjual telur pecah atau olahan seharga Rp12.000 per empat butir.
  • Keluhan Konsumen: Lela, salah satu pembeli, mengaku sangat terbebani. “Mararahal (mahal-mahal), Pak. Pengennya sih telur itu di harga Rp25 ribu,” ujarnya.

Respons Pemerintah: Ancaman bagi Penimbun

Menanggapi situasi ini, Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menginstruksikan Dinas Perdagangan dan Pertanian untuk segera turun ke lapangan. Pemerintah daerah tengah menyiapkan beberapa langkah darurat, di antaranya:

  1. Subsidi Biaya Angkut: Mengkaji skema subsidi transportasi barang menuju pasar untuk menekan harga jual.
  2. Operasi Pasar: Menggalakkan pasar murah guna menstabilkan harga di tingkat konsumen.
  3. Tindak Tegas Penimbunan: Bupati memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba menimbun stok barang. “Hati-hati, kami akan tindak,” tegasnya.

Para pedagang memprediksi puncak kenaikan harga akan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak dibarengi dengan stabilitas stok.