Ragam

Masih Suasana Iduladha, Ini Amalan Sunnah di Hari Tasyrik

×

Masih Suasana Iduladha, Ini Amalan Sunnah di Hari Tasyrik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi warga menyantap hidangan dalam tradisi Munggahan yang dilakukan setiap menjelang puasa Ramadan. (Foto: Kementerian Pariwisata)

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Setelah Hari Raya Iduladha berlalu, umat Islam masih memiliki tiga hari istimewa yang dikenal sebagai Hari Tasyrik.

Hari Tasyrik berlangsung pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Suasana kebersamaan, berbagi daging kurban, hingga lantunan takbir masih terasa hangat di hari-hari ini.

Dalam Islam, Hari Tasyrik bukan sekadar perpanjangan libur Iduladha. Ada banyak amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan agar pahala dan keberkahan semakin bertambah.

Berikut beberapa amalan sunnah di Hari Tasyrik:

1. Memperbanyak takbir dan dzikir
Hari Tasyrik menjadi waktu yang dianjurkan untuk terus mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil. Dzikir ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat Allah dan momentum mengingat kebesaran-Nya.

2. Makan dan berbagi makanan
Rasulullah menyebut Hari Tasyrik sebagai hari makan dan minum. Karena itu, umat Islam dianjurkan menikmati hidangan dengan penuh syukur, termasuk berbagi makanan kepada keluarga, tetangga, maupun yang membutuhkan.

3. Menjaga silaturahmi
Momen setelah Iduladha sering dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Selain mempererat hubungan, silaturahmi juga menjadi amalan yang membawa keberkahan.

4. Memperbanyak doa dan ibadah
Walau suasana masih penuh kebahagiaan, umat Islam tetap dianjurkan menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa agar hati tetap dekat dengan Allah.

5. Bersedekah
Selain berbagi daging kurban, sedekah dalam bentuk apa pun tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan selama Hari Tasyrik.

Hari Tasyrik menjadi pengingat bahwa kebahagiaan Iduladha tak hanya soal perayaan, tetapi juga tentang rasa syukur, kebersamaan, dan memperbanyak ibadah. Jadi, jangan biarkan hari-hari penuh berkah ini berlalu begitu saja.