Ragam

Meski Berada di Wilayah Jabar, Mengapa Bahasa Sunda Tak Dominan di Indramayu?

×

Meski Berada di Wilayah Jabar, Mengapa Bahasa Sunda Tak Dominan di Indramayu?

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Indramayu, yang secara administratif berada di wilayah Jawa Barat dan dikenal sebagai daerah berbahasa Sunda, justru didominasi oleh penutur bahasa Jawa dialek Indramayu. Fenomena ini menjadi menarik karena sejak abad ke-9 M, Indramayu pernah menjadi bagian dari Kerajaan Sumedang Larang, kerajaan bercorak Sunda.

Menurut Supali Kasim, Ketua Lembaga Basa lan Sastra Dermayu (LBSD), bahasa Jawa di Indramayu mulai mendominasi karena pengaruh kuat Kerajaan Mataram. Hal ini diungkapkan dalam acara Riksa Budaya Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Disparbud Jabar pada 2 Desember 2024.

Peran Pelabuhan Cimanuk

Indramayu dulunya terkenal dengan Pelabuhan Cimanuk, pusat perdagangan penting yang mencatat interaksi budaya. Seorang pengembara Portugis, Tomé Pirés, dalam catatannya antara tahun 1512-1515, menyebut kawasan pelabuhan ini dihuni dua kelompok bahasa: penutur Sunda di barat dan penutur Jawa di timur. Hal ini menandai awal fase bahasa Jawa Kuno di Indramayu, yang berkembang sejak zaman Kerajaan Majapahit hingga masa Demak dan Mataram.

Raden Husain, adik Raden Fatah, juga turut menyebarkan bahasa Jawa saat tiba di sekitar Pelabuhan Cimanuk. Peran terbesar datang pada tahun 1678 ketika Amangkurat II dari Mataram menunjuk Wiralodra sebagai bupati Indramayu, memperkenalkan istilah bahasa Jawa Ngoko-Kromo, yang kemudian menjadi Bagongan-Bebasan dalam dialek Indramayu.

Penelitian Bahasa

LBSD melakukan riset menggunakan metode Morris Swadesh untuk membandingkan 200 kata dasar bahasa Jawa di Indramayu dan Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan hanya 28,5 persen perbedaan, yang menguatkan bahwa masyarakat Indramayu bertutur bahasa Jawa dengan dialek khasnya.

Bagongan-Bebasan yang Bertahan

Bahasa Bagongan (kasar) dan Bebasan (halus) masih digunakan hingga saat ini. Dalam acara Riksa Budaya, para pelajar SMK dan SMA di Indramayu diuji kemampuan mereka mengalihkan kalimat dari Bagongan ke Bebasan. Hal ini menunjukkan bagaimana warisan linguistik ini terus hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indramayu.

Meski berada di Jawa Barat, bahasa Indramayu adalah cerminan perjalanan sejarah dan dinamika budaya yang kaya, menjadikannya identitas unik yang patut dilestarikan.