Ragam

MPLS Ramah SMPN 1 Ciasem, Wujudkan Transformasi Digital Tanpa Meninggalkan Budaya Lokal

×

MPLS Ramah SMPN 1 Ciasem, Wujudkan Transformasi Digital Tanpa Meninggalkan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini


SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Transformasi digital di dunia pendidikan tidak hanya berbicara tentang penggunaan perangkat teknologi di ruang kelas. Bagi SMPN 1 Ciasem, Kabupaten Subang, digitalisasi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan pelestarian budaya lokal.

Konsep itu menjadi tema utama dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.


Sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (Google Reference School Candidate), SMPN 1 Ciasem terus mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi digital untuk membekali peserta didik dengan kompetensi abad ke-21. Namun, sekolah juga menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas budaya bangsa.


Hal itu terlihat sejak hari pertama penyambutan siswa baru. Gerbang sekolah dihiasi instalasi anyaman bambu khas Sunda, sementara lorong menuju gedung utama dipercantik deretan payung warna-warni yang menciptakan suasana belajar yang nyaman, kreatif, dan inspiratif.


Kepala SMPN 1 Ciasem, Dedi Sugianto, mengatakan transformasi digital di sekolah tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi, tetapi juga perubahan budaya belajar yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.


“MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memperkenalkan budaya positif sekolah kepada seluruh peserta didik baru. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pelestarian budaya, kami berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, belajar dengan penuh semangat, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dedi.


Menurutnya, status sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus memperkuat ekosistem pembelajaran digital. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi siswa, tanpa mengesampingkan pendidikan karakter.


Komitmen tersebut juga diperkuat dengan predikat Sekolah Adiwiyata serta penerapan nilai-nilai Pancawaluya Jawa Barat, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Seluruh nilai itu menjadi fondasi dalam mewujudkan visi sekolah REAKSI NYATA (Religius, Akhlakul Karimah, Berprestasi, Digitalisasi Pembelajaran melalui Lingkungan yang Nyaman, Aman, dan Tertib).


Pada pembukaan MPLS, peserta didik baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan berbagai ekstrakurikuler, tetapi juga diperlihatkan bagaimana teknologi dan budaya dapat berjalan berdampingan. Penampilan seni tradisional Sisingaan menjadi simbol bahwa inovasi pendidikan tidak harus meninggalkan akar budaya lokal.


Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi digital dalam dunia pendidikan, langkah SMPN 1 Ciasem menunjukkan bahwa transformasi sekolah bukan sekadar menghadirkan perangkat digital, melainkan membangun ekosistem belajar yang mengintegrasikan teknologi, karakter, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki jati diri, etika, dan daya saing di masa depan.