Ragam

Perkuat Diplomasi Pendidikan, Kepala Sekolah Taiwan Dorong Kolaborasi Berkelanjutan dengan SMPIT Al-Majid Subang

×

Perkuat Diplomasi Pendidikan, Kepala Sekolah Taiwan Dorong Kolaborasi Berkelanjutan dengan SMPIT Al-Majid Subang

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Kerja sama antara SMP IT Al-Majid Subang dan Jhanghu Ecological Elementary and Junior High School, Yunlin, Taiwan dinilai menjadi contoh bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan diplomasi antardaerah dan antarnegara.

Melalui Academic, Cultural, and Exchange (ACE) Activities 2026, kedua sekolah tidak hanya membangun hubungan akademik, tetapi juga memperkuat kolaborasi di bidang ekologi, budaya, dan penguatan wawasan global.

Kepala Jhanghu Ecological Elementary and Junior High School, Chen Ching-chun, mengatakan kunjungan keduanya ke SMP IT Al-Majid didorong oleh kesan positif yang ia rasakan pada kunjungan pertama. Menurutnya, antusiasme seluruh warga sekolah menjadi modal penting untuk membangun kerja sama jangka panjang.

“Pertama-tama, tentunya saya sangat berbahagia sekali bisa kembali ke sini. Sebagai kepala sekolah dari Taiwan, ini adalah kedatangan saya yang kedua kalinya ke sekolah ini. Saya sangat bahagia karena melihat antusiasme yang ada di sini masih sangat luar biasa seperti sebelumnya,” ujar Chen.

Menurut Chen, keberhasilan membangun pendidikan berkualitas tidak hanya bertumpu pada sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan kuat dari orang tua. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama dirinya berinteraksi dengan keluarga besar Al-Majid.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran kepala sekolah, para guru, murid-murid, serta orang tua di Al-Majid. Dukungan luar biasa dari orang tua murid di sini sangat mengagumkan, sehingga sekolah ini mampu menciptakan suasana belajar yang sangat baik,” katanya.

Ia juga menilai keberlanjutan kerja sama internasional memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor industri.

Melalui program ACE Activities 2026, siswa dari Indonesia dan Taiwan mengikuti pembelajaran berbasis Project Based Learning (PBL), observasi lingkungan, pengenalan budaya, hingga penyusunan proyek bersama. Model kolaborasi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas budaya, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Di akhir sambutannya, Chen berharap kemitraan yang telah terjalin tidak berhenti pada agenda pertukaran tahunan, melainkan berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kedua sekolah.

“Melalui kerja keras dan upaya bersama yang telah kita tunjukkan, saya berharap program pertukaran kebudayaan ini dapat terus berkembang. Semoga kolaborasi ini memberikan dampak nyata, baik untuk saat ini maupun bagi keberlanjutan hubungan baik serta pembangunan sekolah kita di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Al-Majid, Abdul Majid Chen, mengatakan program pertukaran budaya merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang memiliki wawasan global tanpa meninggalkan jati diri budaya masing-masing. Menurutnya, kolaborasi seperti ini harus terus dijaga dan dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua lembaga pendidikan.

“Saya berharap program pertukaran budaya kita tahun ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan hasil yang memuaskan bagi kita semua. Terima kasih banyak atas kehadiran dan perhatian semuanya,” ujar Abdul Majid Chen