Ragam

Pecah Banget! Anak DKV SMKN 1 Subang Bikin “MISBAR” di SCH, Vibe-nya Kayak Anak ITB!

×

Pecah Banget! Anak DKV SMKN 1 Subang Bikin “MISBAR” di SCH, Vibe-nya Kayak Anak ITB!

Sebarkan artikel ini
Siswa-siswi Jurusan DKV SMKN 1 Subang di SCH | Foto: Istimewa

SUBANG, TINTAHIJAU.com — Puluhan siswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Subang mengikuti kegiatan kreatif bertajuk “MISBAR” yang digelar di Subang Creative Hub (SCH), Kamis (16/4/2026).

Berbeda dengan istilah lama yang identik dengan “gerimis bubar”, MISBAR dalam kegiatan ini merupakan singkatan dari Kamis Menggambar, sebuah program pembelajaran yang berfokus pada penguatan kemampuan dasar menggambar siswa.

Sekitar 80 siswa kelas 10 DKV terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti sesi menggambar secara langsung dengan pendekatan freehand drawing atau menggambar manual tanpa bantuan alat digital.

Kegiatan yang diinisiasi oleh guru DKV SMKN 1 Subang, Yayang Willy Rukmana, S.Ds., ini bertujuan mengasah insting seni siswa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dalam pelaksanaannya, siswa hanya menggunakan kertas dan pensil dengan berbagai tingkat kekerasan, mulai dari seri H hingga 6B. Uniknya, peserta tidak diperkenankan menggunakan penghapus, sehingga setiap goresan menjadi bagian dari proses kreatif yang harus diterima dan dikembangkan.

“Melalui metode ini, siswa dilatih untuk lebih percaya diri terhadap setiap garis yang mereka buat, sekaligus belajar mengolah kesalahan menjadi bagian dari karya,” ujar Yayang.

Kegiatan MISBAR juga menghadirkan ilustrator asal Subang, Oke Rosgana, S.Sn., sebagai narasumber. Ia merupakan lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah berkiprah sebagai ilustrator di tingkat internasional.

Dalam sesi tersebut, Oke Rosgana membagikan sejumlah materi dasar menggambar, di antaranya pentingnya kekuatan garis (the power of line), pemahaman bentuk dasar (basic shapes), serta teknik memunculkan ide saat mengalami kebuntuan kreatif (idea trigger).

Sebagai penutup, para peserta mengikuti praktik menggambar objek still life yang disusun secara langsung di hadapan mereka. Kegiatan ini bertujuan melatih kepekaan visual serta kemampuan menerjemahkan objek nyata ke dalam media gambar.