Megapolitan

‎Banjir Aduan SPMB 2026, DPRD Jabar Buka Kanal Pengaduan dan Siapkan Evaluasi Menyeluruh

×

‎Banjir Aduan SPMB 2026, DPRD Jabar Buka Kanal Pengaduan dan Siapkan Evaluasi Menyeluruh

Sebarkan artikel ini

‎‎Bandung, TINTAHIJAU.COM – Membludaknya aduan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mendorong Komisi V DPRD Jawa Barat membuka kanal pengaduan di seluruh daerah pemilihan (dapil).‎‎

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, mengatakan berbagai persoalan dalam SPMB, termasuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung) dan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB), telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.‎‎

“Setiap anggota DPRD hampir menerima curhatan dari masyarakat. Ini kami tampung, kami kumpulkan, lalu kami bahas untuk dicarikan solusi,” ujarnya saat jumpa pers di Bandung, Kamis (18/6/2026).‎‎

Menurut dia, banyaknya aduan menjadi dasar bagi DPRD untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan sistem penerimaan siswa tahun ini agar tidak terulang pada periode berikutnya.‎‎

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, menambahkan bahwa persoalan yang muncul tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga teknis, termasuk dugaan gangguan pada sistem data.

‎‎Ia mencontohkan adanya laporan data calon murid yang sudah masuk, namun tiba-tiba hilang dari sistem.

‎‎“Ada kasus data sudah diterima, tapi kemudian hilang karena sistem di-reset dan tidak diketahui siapa yang melakukan. Ini membuat orang tua dan siswa kebingungan,” katanya.

‎‎Selain membuka ruang pengaduan, DPRD juga memastikan akan mengawal proses evaluasi dengan melibatkan berbagai pihak. Komisi V, kata dia, mengedepankan pendekatan kooperatif dengan menerima aspirasi masyarakat secara langsung.

‎‎Sementara itu, terkait usulan pembentukan panitia khusus (pansus), Zaini menyebut langkah tersebut masih dalam tahap kajian dan memerlukan koordinasi lintas fraksi.‎‎

“Tidak bisa ujug-ujug. Harus ada pembahasan dengan pimpinan dan fraksi lain. Kemungkinan akan dibicarakan setelah masa reses,” ujarnya.‎‎

DPRD Jabar menegaskan, hasil dari seluruh aduan yang masuk akan menjadi bahan utama dalam merumuskan rekomendasi perbaikan sistem penerimaan murid baru ke depan.