Ragam

Pesta Kemerdekaan, Warga Majalengka Gelar Festival Pecunan

×

Pesta Kemerdekaan, Warga Majalengka Gelar Festival Pecunan

Sebarkan artikel ini

“Jadi satu perahu itu dua orang, kita sediain dua perahu. Berarti dua perahu itu berlomba sampai finish dengan melawan arus. Sedangkan untuk lomba Rakit hias ada 12 peserta rakit hias,” ungkapnya.

Sementara dipilihnya sungai Cipelang sebagai lokasi atau obyek untuk lokasi acara, menurutnya karena saat ini sungai Cipelang sudah sangat berubah, yakni makin indah sekaligus untuk memberitahu warga sekitar bahwa lomba Pecunan masih ada di Jatitujuh.

“Kita dari dulu memang Cipelang adalah unggulan kita ataupun ini yang kita punya. Apalagi Cipelang udah berubah sangat eksotik sangat bagus untuk menjadi tempat berkegiatan kita ataupun kita juga ingin membewarakan bahwa tradisi pecunan di Jatitujuh masih ada,” katanya.

Sedangkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pepep Saeful Hidayat saat hadir dalam Festival Pecunan dirinya mengapresiasi kreativitas yang digagas para komunitas dalam menyambut HUT kemerdekaan RI yang menurutnya merupakan hari kegembiraan masyarakat.

“Kita mengapresiasi atas beberapa komunitas, menyelenggarakan dan menyambut kemerdekaan dengan berbagai aktivitas yang meningkatkan partisipasi masyarakat secara menyeluruh artinya tanggal 17 Agustus ini menjadi hari kegembiraan semua warga,” kata Pepep

Kedua kata Pepep, khusus Komunitas Hujan Keruh, ia mengapresiasi keberadaan ruang sungai Cipelang tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan dayung atau festival Pecunan.

Pepep berharap, kedepan festival pecunan juga diapresiasi Pemkab maupun elemen lainnya karena kedepan kata Pepep, festival tersebut akan menjadi destinasi pariwisata di Kabupaten Majalengka,

“Harapan kedepan ada apresiasi dari pemerintah maupun elemen yang lainnya, dan ini menjadi sebuah festival menarik, ditata lebih baik dan ini akan menjadi sebuah destinasi baru buat peningkatan pariwisata di Kabupaten Majalengka, Saya memberikan support atas inisiatif inisiatif yang lahir dari komunitas komunitas yang ada di Majalengka,” ungkapnya.

Reporter: Echa Rahmania