Ragam

Siapkan 3.536 Loker, Job Fair Majalengka Diserbu Ribuan Pencari Kerja

×

Siapkan 3.536 Loker, Job Fair Majalengka Diserbu Ribuan Pencari Kerja

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM — Pemerintah Kabupaten Majalengka kembali menggelar bursa kerja (Job Fair) 2026 sebagai upaya menekan angka pengangguran dan memperluas akses lapangan pekerjaan.

Kegiatan yang berlangsung di SMKN 1 Majalengka, Selasa (5/5/2026), menghadirkan puluhan perusahaan dengan ribuan peluang kerja.

Sebanyak 20 perusahaan ambil bagian dalam kegiatan ini dengan total 3.536 lowongan kerja yang tersedia untuk berbagai posisi. Job fair ini menjadi ruang temu antara pencari kerja dan dunia industri dalam satu lokasi yang terintegrasi.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyebutkan kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja sekaligus mempercepat proses rekrutmen.

Melalui skema ini, pencari kerja dapat mengakses informasi dan melamar pekerjaan secara langsung tanpa harus mendatangi perusahaan satu per satu.

Data pemerintah daerah menunjukkan, hingga awal Mei 2026, program Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja Hadirkan Kebahagiaan Kuatkan Inklusi) telah menggandeng 23 perusahaan di wilayah Majalengka. Dari 2.634 pencari kerja yang mengikuti proses rekrutmen melalui BLK Cakraningrat, sebanyak 2.009 orang telah terserap ke dunia kerja.

Dominasi tenaga kerja perempuan menjadi salah satu temuan menarik. Dari total tenaga kerja yang terserap, sebanyak 1.812 orang atau sekitar 90 persen merupakan perempuan.

Hal ini mencerminkan tingginya partisipasi perempuan dalam sektor ketenagakerjaan di Majalengka.

Sementara itu, sebaran pencari kerja terbanyak berasal dari beberapa kecamatan, di antaranya Jatiwangi (204 orang), Ligung (106 orang), Majalengka (93 orang), Sumberjaya (79 orang), dan Leuwimunding (72 orang).

Antusiasme pencari kerja terlihat sejak pagi hari. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk melamar ke beberapa perusahaan sekaligus dalam satu waktu. Kemudahan akses, kejelasan informasi, serta proses yang lebih cepat menjadi daya tarik utama kegiatan ini.

Pemerintah daerah berharap pelaksanaan job fair tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.