JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Platform desain grafis populer, Canva, baru saja memperkenalkan terobosan terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama Magic Layers. Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi permasalahan klasik dalam dunia desain, yaitu sulitnya mengedit gambar yang sudah disatukan atau dirender (flat image).
Biasanya, sebuah gambar yang sudah jadi sulit untuk dimodifikasi secara detail. Jika terdapat kesalahan penulisan atau ingin mengganti latar belakang, pengguna umumnya harus mencari file mentah asli atau melakukan pengeditan ulang yang rumit di aplikasi berat seperti Adobe Photoshop. Namun, dengan Magic Layers, Canva kini mampu membedah gambar tersebut menjadi elemen-elemen desain yang dapat diolah kembali.
Cara Kerja Magic Layers
Mengenai mekanisme fitur ini, Chief Product Officer sekaligus salah satu pendiri Canva, Cameron Adams menjelaskan, Magic Layers bekerja dengan merekayasa ulang gambar menjadi bagian-bagian terpisah.
Teknologi ini bekerja dengan cara menganalisis struktur visual secara mendalam saat pengguna mengunggah gambar, baik itu hasil kreasi AI maupun file lama. Sistem kecerdasan buatan di dalamnya secara presisi mampu memisahkan antara objek utama, latar belakang, hingga mengenali tipografi sebagai teks yang bisa diganti.
Setelah diproses, elemen teks yang mulanya menyatu dengan gambar akan berubah menjadi kotak teks (text box) yang fleksibel. Pengguna pun bisa dengan mudah memperbaiki salah ketik (typo), mengubah jenis huruf, menyesuaikan ukuran, hingga menerjemahkan bahasa.
Hal yang sama berlaku untuk objek visual lainnya. Elemen yang telah dipisahkan dapat digeser, diubah skalanya, atau bahkan dihapus sepenuhnya. Lebih lanjut, potongan elemen tersebut juga dapat diintegrasikan dengan fitur AI Canva lainnya, seperti Magic Edit.
Kolaborasi Real-Time dan Dukungan Multi-Model AI
Karena beroperasi pada sistem berbasis cloud, hasil bedahan dari Magic Layers ini tetap mendukung fitur kolaborasi tim secara langsung. Beberapa pengguna dapat bekerja di satu proyek yang sama untuk menyunting elemen desain secara bersamaan.
Kehebatan fitur ini didukung oleh model AI internal milik Canva yang pertama kali diperkenalkan pada Oktober tahun lalu, serta integrasi teknologi AI dari pihak ketiga seperti OpenAI dan Anthropic.
Kehadiran Magic Layers diharapkan dapat mempermudah pekerjaan individu maupun perusahaan dalam mempercepat proses penyuntingan gambar. Di masa depan, seiring matangnya teknologi AI dalam mengenali objek visual, proses desain diprediksi akan semakin otomatis sehingga pengguna tidak perlu lagi terbebani oleh konsep lapisan (layer) yang rumit.





