JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Lenovo kembali mencuri perhatian dengan inovasi terbarunya di ranah komputer jinjing. Setelah tahun lalu meluncurkan laptop pertama dengan layar gulung vertikal, kini perusahaan teknologi asal Tiongkok itu memperkenalkan dua konsep laptop layar gulung terbaru yang dipamerkan dalam ajang Consumer Electronics Show (CES).
Dua perangkat konsep tersebut adalah ThinkPad Rollable XD Concept dan Lenovo Legion Pro Rollable. Keduanya mengusung teknologi layar OLED fleksibel yang dapat diperluas sesuai kebutuhan pengguna, namun menyasar segmen yang berbeda.
ThinkPad Rollable XD pada dasarnya merupakan pengembangan dari ThinkBook Plus Gen 6 Rollable yang diperkenalkan tahun lalu. Perbedaan paling mencolok terletak pada desain penutup laptop yang kini menggunakan material transparan Corning Gorilla Glass Victus 2. Dengan penutup bening tersebut, layar tetap terlihat dari sisi belakang saat dalam posisi tergulung.
Laptop ini memiliki layar OLED gulung yang berfungsi sebagai layar utama berukuran 13,3 inci saat tergulung. Ketika diperluas, layar dapat memanjang secara vertikal hingga mencapai ukuran diagonal 16 inci, memberikan tambahan ruang layar sekitar 50 persen. Desain ini memungkinkan layar belakang dimanfaatkan sebagai tampilan sekunder, misalnya untuk presentasi atau menampilkan materi kepada orang lain di ruangan yang sama.
Sementara itu, Lenovo juga memperkenalkan konsep Legion Pro Rollable, sebuah laptop gaming dengan pendekatan berbeda. Berbasis pada Legion Pro 7i, perangkat ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman layar ultra-lebar dalam bentuk laptop yang tetap ringkas dan portabel.
Legion Pro Rollable dibekali prosesor Intel Core Ultra dan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 5090 versi mobile. Keunikan utamanya terletak pada layar OLED gulung yang dapat memanjang secara horizontal dari sisi kiri dan kanan. Layar tersebut dapat diatur dalam tiga mode tampilan, yakni ukuran 16 inci dengan rasio 16:10, 21,5 inci dengan rasio 21:9, serta 23,8 inci dengan rasio ultra-wide 24:9.
Meski menuai perhatian, Lenovo menegaskan bahwa kedua perangkat tersebut masih berstatus purwarupa atau proof of concept. Perusahaan belum memastikan apakah laptop-laptop layar gulung ini akan diproduksi massal dan dipasarkan ke konsumen. Namun, Lenovo memiliki rekam jejak menghadirkan perangkat-perangkat eksperimental ke pasar, meski biasanya dalam jumlah terbatas dan dengan harga premium.
Kemunculan laptop layar gulung ini menambah daftar inovasi desain komputer jinjing dalam beberapa tahun terakhir, menyusul tren layar ganda dan layar lipat. Apakah teknologi layar gulung akan menjadi masa depan laptop masih terlalu dini untuk dipastikan. Namun, inovasi tersebut menunjukkan arah baru pengembangan laptop yang mengutamakan fleksibilitas layar tanpa mengorbankan portabilitas.





