JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Era kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam wujud fisik resmi menapakkan kakinya di pasar domestik. Perusahaan robotika terkemuka asal Cina, Agibot, secara resmi mengumumkan ekspansinya ke Indonesia. Menariknya, dalam debut perdananya, salah satu robot humanoid yang dipamerkan berhasil memukau para pengunjung dengan memperagakan gerakan bela diri khas Indonesia, pencak silat.
Aksi memukau tersebut tersaji dalam ajang “Agibot Partner Conference Indonesia” (APC Indonesia) yang digelar di Jakarta pada Selasa (9/6). Selain kelincahannya menari dan mempraktikkan jurus bela diri, kehadiran robot berbasis akal imitasi ini menandai langkah serius dalam mengenalkan adopsi teknologi mutakhir bagi industri tanah air.
Dalam ekspansi strategis ini, Agibot menggandeng PT Denka Pratama Indonesia sebagai mitra operasional lokal. Kolaborasi ini langsung memboyong sedikitnya lima varian robot canggih ke Indonesia, di mana tiga di antaranya merupakan robot berwujud menyerupai manusia (humanoid).
Chief Marketing Officer PT Denka Pratama Indonesia, Bagus Widyanto, menegaskan bahwa peran perusahaan tidak sebatas agen penjualan. “Kami tidak hanya berperan sebagai distributor, tetapi juga bertanggung jawab penuh dalam pengembangan merek, pemasaran, distribusi, hingga penyediaan layanan purnajual,” ujar Bagus dalam acara peluncuran tersebut.
Sasar Lima Sektor Produktivitas
Kehadiran robot-robot humanoid ini tidak dirancang sekadar sebagai tontonan hiburan. Bagus menjelaskan, teknologi ini disiapkan untuk mendongkrak efisiensi perekonomian nasional di lima sektor utama, yakni sektor industri manufaktur, logistik, asisten retail, sistem keamanan (security), hingga sektor komersial.
Guna mempercepat penetrasi teknologi ini, Agibot memperkenalkan model bisnis Robot as a Service (RaaS). Melalui sistem sewa atau penyediaan layanan berbasis kebutuhan ini, pelaku usaha di Indonesia diharapkan dapat mengadopsi teknologi robotika dengan biaya awal yang jauh lebih terjangkau, sekaligus memangkas hambatan investasi teknologi tinggi.
“Kehadiran layanan RaaS di Indonesia dapat mempercepat adopsi robotika berbasis AI untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor,” ungkap Abel Deng, President of Middle East and Asia Pacific Region Agibot.
Layanan Sewa untuk Masyarakat
Optimisme senada disampaikan oleh Founder Denka, Ching. Ia meyakini sinergi antara keunggulan teknologi mutakhir Agibot dengan kekuatan jaringan serta kapabilitas operasional lokal milik Denka akan membuka gerbang baru bagi peta industri robotika nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Agibot turut memaparkan pendekatan “XYZ Curve”, sebuah cetak biru pengembangan industri embodied AI (AI yang tertanam dalam objek fisik). Perusahaan memperlihatkan berbagai simulasi skenario bagaimana kecerdasan buatan ini dapat mempercepat transformasi digital dan menyokong pertumbuhan ekonomi makro.
Bagi masyarakat atau pelaku industri yang ingin menjajal langsung teknologi ini, Agibot dan Denka telah menunjuk PT Robotika Futuristik Indonesia (robotshow.id) sebagai mitra resmi penyewaan. Lewat kemitraan ini, publik kini dapat menyewa berbagai produk canggih, mulai dari robot humanoid hingga robot anjing (robodog) Agibot.
Ke depan, Agibot berkomitmen untuk terus memboyong portofolio produk yang lebih luas dan adaptif, disesuaikan dengan karakteristik spesifik serta kebutuhan riil dunia industri di Indonesia.





