MAKASSAR, TINTAHIJAU.com — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar kembali dilanjutkan sejak Minggu dini hari (18/1/2026) WITA. Tim SAR gabungan mulai bergerak pukul 04.00 WITA dengan pembagian sektor pencarian yang disesuaikan dengan karakteristik medan di wilayah Maros–Pangkep.
Basarnas bertindak sebagai koordinator utama dalam operasi ini, didukung oleh berbagai unsur lintas instansi, antara lain BPBD, TNI, Polri, Polairud, PMI, MAPALA, serta ratusan relawan kemanusiaan dari berbagai elemen masyarakat.
Keputusan melanjutkan operasi pencarian diambil dalam pengarahan terpadu yang dipimpin Dandim Pangkep pada Sabtu malam (17/1). Pengarahan tersebut merupakan bagian dari komando operasi terpadu di bawah kendali Panglima TNI Kodam XIV/Hasanuddin.
Pembagian Tugas Dipertegas
Dalam pengarahan tersebut, seluruh unsur yang terlibat kembali menerima penegasan tugas dan sektor pencarian masing-masing. Berdasarkan arahan komando operasi, tiga personel BPBD Kota Makassar ditugaskan secara khusus pada bidang data dan informasi guna mendukung integrasi data serta kelancaran pelaporan selama operasi berlangsung.
Sementara itu, tujuh personel BPBD lainnya yang memiliki keahlian vertical rescue dipercaya memimpin sejumlah tim pencarian di lapangan. Penunjukan ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah personel dan relawan yang terus berdatangan, sehingga diperlukan pembentukan lebih banyak tim pencarian.
BPBD Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung operasi pencarian secara terkoordinasi dan profesional, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam satu sistem komando terpadu.
Komandan Regu BPBD Kota Makassar, Rahmat, menyatakan kesiapan seluruh personel yang terlibat.
“Kami siap bergerak sesuai arahan komando. Personel BPBD Kota Makassar akan fokus pada tugas data dan informasi serta memimpin tim pencarian sesuai keahlian yang dimiliki,” ujarnya, Minggu (18/1).
KNKT Kumpulkan Data Investigasi
Pesawat ATR 42-500 dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1) sekitar pukul 13.17 WITA, saat dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut terjun ke lapangan untuk melakukan pengumpulan data terkait dugaan jatuhnya pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Maros–Pangkep.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab insiden. Proses investigasi disebut masih menghadapi kendala karena diduga emergency locator transmitter (ELT) pesawat tidak berfungsi. Saat ini, KNKT memprioritaskan pencarian lokasi jatuhnya pesawat serta pendataan korban.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan evaluasi berkala, seiring harapan seluruh pihak agar keberadaan pesawat dan para penumpangnya segera ditemukan.




