Megapolitan

8 Orang Tewas, KDM Kecewa Berat Masih Ada Warga Subang Minum Oplosan

×

8 Orang Tewas, KDM Kecewa Berat Masih Ada Warga Subang Minum Oplosan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM- Tragedi pesta miras oplosan yang merenggut delapan nyawa warga kembali mengguncang Kabupaten Subang.

Peristiwa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memicu kemarahan dan kekecewaan serius dari pemerintah daerah.

Perhatian bahkan datang langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang disebut menghubungi Bupati Subang untuk menyampaikan keprihatinannya.

“Gubernur sendiri langsung nelpon, menyampaikan kekecewaan masih ada masyarakat di Subang yang mengkonsumsi minuman-minuman oplosan seperti ini,” ungkap Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.

Kematian delapan warga akibat miras oplosan kembali menegaskan bahwa peredaran minuman berbahaya tersebut belum benar-benar terputus. Di tengah berbagai razia dan penertiban yang selama ini dilakukan, praktik penjualan secara sembunyi-sembunyi masih terus berlangsung dan berujung pada hilangnya nyawa.

Reynaldy memperingatkan keras para pedagang miras ilegal dan obat-obatan keras agar bersiap menghadapi tindakan tegas pemerintah.

“Untuk para pedagang yang masih menjual hal seperti itu, tunggu saja. Saya akan tindak tegas dengan pihak kepolisian. Kita sudah komitmen bahwa kita akan menindak siapapun yang berani-berani masih menjual barang-barang seperti itu, termasuk obat-obatan terlarang dan obat-obatan keras,” tegasnya.

Ia juga mengajak media dan masyarakat untuk tidak tinggal diam serta ikut terlibat dalam pengawasan di lingkungan masing-masing.

“Saya juga berharap kita semua kolaborasi, unsur media, pers, masyarakat sendiri, laporkan misalnya ketika masih menemukan ada penjual-penjual yang menjual minuman terlarang, menjual obat-obatan keras itu, tolong dilaporkan ke saya,” ujarnya.

Tragedi ini menjadi alarm keras bagi Subang. Delapan nyawa melayang, puluhan keluarga berduka. Kini publik menunggu bukan sekadar pernyataan, melainkan langkah nyata dan konsisten agar peredaran miras oplosan benar-benar diberantas hingga ke akar-akarnya—sebelum korban berikutnya kembali berjatuhan.