SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Sejumlah warga di Kabupaten Subang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang memastikan kondisi zero miras setidaknya selama bulan suci Ramadan.
Permintaan tersebut mencuat menyusul rangkaian tragedi miras oplosan yang kembali menelan korban jiwa dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan lingkungan.
Warga menilai Ramadan harus menjadi momentum menghadirkan suasana yang aman, tertib, dan kondusif tanpa gangguan peredaran minuman keras, terutama miras ilegal dan oplosan yang berisiko fatal.
“Kami berharap selama Ramadan tidak ada lagi peredaran miras. Minimal di bulan suci ini benar-benar zero, supaya masyarakat bisa beribadah dengan tenang,” ujar salah seorang warga, Arifin
Menurut mereka, pengawasan tidak cukup hanya berupa razia sesaat, tetapi perlu langkah tegas dan berkelanjutan mulai dari penutupan titik penjualan, penindakan terhadap pengedar, hingga pengawasan di tingkat lingkungan.
Permintaan tersebut juga didorong oleh kekhawatiran masyarakat setelah kasus miras oplosan di Subang menyebabkan korban meninggal dunia. Warga berharap tragedi serupa tidak kembali terulang, terlebih di momen Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat.
Selain penegakan hukum, warga juga mendorong peran aktif pemerintah daerah dalam melakukan edukasi bahaya miras serta melibatkan tokoh agama dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan sosial.
“Ramadan seharusnya menjadi waktu memperbaiki diri. Karena itu kami berharap pemerintah benar-benar serius memastikan Subang bebas miras, setidaknya selama Ramadan,” tambah warga lainnya, Indra.
Hingga kini, masyarakat menunggu langkah konkret Pemkab Subang bersama aparat penegak hukum dan Satpol PP untuk memastikan lingkungan yang lebih aman, sekaligus menjawab tuntutan publik agar tidak ada lagi korban akibat miras di wilayah tersebut.





