CIAMIS, TINTAHIJAU.com — Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis sejak sore hingga malam hari menyebabkan Sungai Citalahab kembali meluap pada Senin (16/2/2026). Luapan air di Kecamatan Pamarican itu membuat tanggul sungai kembali jebol dan merendam ratusan rumah warga.
Tanggul yang berada di Dusun Kertajaya sebelumnya juga sempat rusak pada pekan lalu. Bagian tanggul yang jebol memiliki lebar sekitar 18 meter dengan tinggi kurang lebih enam meter.
Seperti yang dikutip dari laman detikJabar, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan peristiwa tersebut merupakan dampak lanjutan dari hujan deras yang mengguyur daerah hulu sejak awal Februari.
“Kejadian ini merupakan dampak lanjutan dari hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak 9 Februari lalu. Aliran sungai kembali meluap dan menjebol tanggul yang sedang ditangani sementara,” ujar Ani Supiani, Selasa (17/2/2026).
Banjir dilaporkan merendam dua desa, yakni Desa Bangunsari dan Desa Sukahurip. Di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, sebanyak 260 rumah milik 282 kepala keluarga atau 831 jiwa terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Selain permukiman, sekitar 200 hektare sawah ikut terendam.
Sementara itu di Desa Sukahurip, genangan air masuk ke 34 rumah di Dusun Sambungjaya dan satu rumah di Dusun Kertajaya. Secara total, 135 rumah di desa tersebut terdampak. Akses jalan penghubung Bangunsari-Sukahurip sempat terganggu. Sekitar lima hektare kolam dan kebun terdampak, serta kurang lebih 30 hektare sawah terancam gagal tanam.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Alhamdulillah nihil korban jiwa. Saat ini fokus kami pada penanganan darurat dan pemulihan. Sebanyak 164 warga dari Desa Bangunsari mengungsi ke Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif. Kondisi air mulai surut,” ucapnya.
Tim gabungan dari BPBD Ciamis bersama TNI, Polri, Damkar, Tagana, perangkat desa, dan relawan dikerahkan untuk membantu evakuasi serta membersihkan rumah warga. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui bupati dan Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa kebutuhan pokok.
Di sisi lain, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan sementara dan menutup kembali tanggul yang jebol.
“Kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan dan pembangunan kembali tanggul agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Ani.





