Megapolitan

Tragis, Mahasiswi Dibacok Rekan Seangkatan Jelang Ujian Skripsi

×

Tragis, Mahasiswi Dibacok Rekan Seangkatan Jelang Ujian Skripsi

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, TINTAHIJAU.com — Insiden kekerasan terjadi di lingkungan kampus UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Seorang mahasiswi semester delapan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum menjadi korban pembacokan saat akan mengikuti ujian munaqosah.

Korban diketahui bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23), mahasiswa asal Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Saat kejadian, ia tengah menunggu giliran ujian skripsi di salah satu ruangan di lantai dua gedung fakultas.

Tiba-tiba, seorang pria bernama Raihan Mufazzar (21), yang merupakan rekan satu jurusan dan satu angkatan korban, masuk ke ruangan dengan membawa kapak. Tanpa berbicara panjang, pelaku langsung menyerang dan mengayunkan senjata tersebut beberapa kali ke arah korban.

Farradhilla sempat berusaha menyelamatkan diri dan menangkis serangan. Namun, ia mengalami luka berat di bagian kepala serta patah pergelangan tangan akibat sabetan senjata tajam tersebut.

Seorang saksi mata, Aisyah, menyebut mahasiswa lain tidak berani mendekat karena pelaku membawa senjata. “Di dalam ruang sidang itu sudah dikapaknya. Kebetulan belum mulai sidangnya. Keluar sudah berdarah, orang lain nggak ada yang berani menolong,” ujarnya.

Petugas keamanan kampus kemudian berhasil mengamankan pelaku sebelum kondisi korban semakin parah. Dari dalam tas pelaku, turut ditemukan sebilah parang.

Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Aparat kepolisian tampak berjaga di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD), sementara lokasi kejadian telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Pelaku Diduga Sudah Merencanakan Aksi

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya niat pelaku untuk menghilangkan nyawa korban. “Dari hasil pemeriksaan pelaku, iya (mau membunuh korban),” ujarnya.

Menurut Anggi, motif sementara diduga dipicu rasa sakit hati karena perasaan pelaku tidak mendapat balasan dari korban. “Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah menarget korban, makanya membawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak,” jelasnya.

Polisi juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan serta tes urine guna memastikan kondisi psikologis tersangka dan kemungkinan adanya pengaruh zat tertentu saat kejadian berlangsung.

Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Binawidya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kampus Berikan Pendampingan

Juru Bicara UIN Suska Riau, Rhonny Riansyah, menyatakan pihak kampus memberikan pendampingan penuh kepada korban, termasuk dukungan pemulihan mental. “Pak WR III dan Dekan tadi mengantar langsung ke rumah sakit. Tentunya UIN Suska memberikan pendampingan penuh, termasuk bantuan pengobatan psikis dan pemulihan psikologis kepada korban,” ujarnya.

Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi musibah bagi civitas akademika dan penanganannya sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, penyidik terus mendalami motif dan rangkaian kejadian, termasuk dugaan perencanaan sebelum pelaku melancarkan aksinya.