Pemerintahan

DLH Subang Hanya Punya 24 Armada Sampah, 17 Unit yang Layak Operasi

×

DLH Subang Hanya Punya 24 Armada Sampah, 17 Unit yang Layak Operasi

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang menghadapi persoalan serius dalam penanganan sampah. Dari total 20 unit armada pengangkut sampah yang dimiliki, hanya 17 unit yang saat ini dapat dioperasikan. Tiga unit lainnya dalam kondisi tidak layak jalan.

Kondisi tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala DLH Subang, Andri Mulya Priatna. Menurutnya, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala utama dalam optimalisasi pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Subang.
“Dari 20 unit armada, hanya 17 yang bisa dioperasikan. Sisanya tidak layak,” ujar Andri.

Tak hanya soal jumlah armada, tantangan juga muncul dari jarak tempuh menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang. Untuk sekali perjalanan dari Subang Kota menuju TPA Jalupang, armada harus menempuh jarak sekitar 75 kilometer pulang-pergi.

“Kedua jarak tempuh, misalnya dari Subang Kota ke Jalupang itu 75 km pulang-pergi. Tapi ada upaya kami untuk menanggulangi persampahan. Sekarang bisa dilihat, sedikit demi sedikit bisa kita benahi. Tapi yang namanya sampah, sepanjang masih ada kehidupan, selalu ada,” katanya.

Selain jarak yang cukup jauh, persoalan lain yang tak kalah krusial adalah akses jalan menuju TPA Jalupang. Kondisi jalan yang masih berupa tanah menyebabkan hambatan serius, terutama saat musim hujan tiba. Jalan yang becek dan berlumpur kerap menyulitkan armada pengangkut sampah untuk melintas.

Andri mengakui, persoalan infrastruktur jalan tersebut berada di luar kewenangan DLH. Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Subang untuk mencari solusi.

“Masalah akses jalan itu sudah kami koordinasikan dengan Dinas PUPR, karena kewenangan infrastruktur ada di mereka,” jelasnya.

Kondisi ini menambah daftar pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten Subang dalam pembenahan sistem pengelolaan sampah.

Dengan armada terbatas, jarak tempuh panjang, serta akses jalan yang belum memadai, upaya penanganan sampah membutuhkan langkah strategis dan dukungan lintas dinas agar persoalan klasik ini tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.