Teknologi

Mengenal Blood Moon, Fenomena Langit Merah di Bulan Maret yang Akan Terjadi Sore Ini

×

Mengenal Blood Moon, Fenomena Langit Merah di Bulan Maret yang Akan Terjadi Sore Ini

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Sore ini, masyarakat Indonesia akan disuguhkan pemandangan langit yang luar biasa. Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) akan menyapa wilayah tanah air. Menariknya, gerhana kali ini sering dijuluki sebagai Blood Moon atau Bulan Darah.

Apa Itu Blood Moon?

Istilah Blood Moon sebenarnya bukan istilah ilmiah astronomi resmi, melainkan sebutan populer karena penampakan Bulan yang berubah menjadi warna kemerahan saat mencapai fase totalitas.

Mengapa Bulan berwarna merah? Menurut penjelasan dari NASA, hal ini terjadi karena fenomena yang disebut Hamburan Rayleigh. Saat Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, atmosfer Bumi menyaring cahaya biru dari sinar Matahari. Cahaya merah yang memiliki gelombang lebih panjang berhasil menembus atmosfer Bumi, lalu dibelokkan (dibiaskan) ke arah permukaan Bulan. Alhasil, Bulan tidak menjadi gelap total, melainkan tampak bersinar dengan gradasi warna oranye hingga merah kecokelatan.

Jadwal dan Waktu Pengamatan di Indonesia

Gerhana ini akan berlangsung cukup lama, dengan total durasi keseluruhan mencapai 5 jam 41 menit. Bagi masyarakat di Indonesia, fenomena ini dapat disaksikan mulai sore hingga malam hari.

Berikut adalah jadwal tahapan gerhana dalam tiga zona waktu di Indonesia:

  • Awal Gerhana Penumbra: 15.42 WIB / 16.42 WITA / 17.42 WIT
  • Awal Gerhana Sebagian: 16.49 WIB / 17.49 WITA / 18.49 WIT
  • Awal Gerhana Total (Mulai Merah): 18.03 WIB / 19.03 WITA / 20.03 WIT
  • Puncak Gerhana: 18.33 WIB / 19.33 WITA / 20.33 WIT
  • Akhir Gerhana Total: 19.03 WIB / 20.03 WITA / 21.03 WIT
  • Akhir Gerhana Sebagian: 20.17 WIB / 21.17 WITA / 22.17 WIT
  • Akhir Gerhana Penumbra: 21.24 WIB / 22.24 WITA / 23.24 WIT

Catatan: Wilayah Indonesia bagian Barat baru bisa melihat gerhana saat Bulan terbit di ufuk timur, yang kebetulan berdekatan dengan waktu dimulainya fase totalitas.

Keunikan Gerhana 3 Maret 2026

Gerhana kali ini memiliki beberapa keunikan dibandingkan gerhana lainnya:

  1. Bagian dari Siklus: Ini merupakan gerhana total terakhir dari rangkaian tiga gerhana total berturut-turut setelah Maret dan September 2025. Setelah ini, Gerhana Bulan Total baru akan terjadi lagi pada 31 Desember 2028.
  2. Bertepatan dengan Ramadan: Fenomena ini terjadi di bulan suci Ramadan 1447 H, sehingga bagi umat Muslim, momen ini sering dibarengi dengan pelaksanaan Salat Gerhana (Salat Khusuf) setelah waktu berbuka puasa atau Salat Maghrib.

Cara Mengamati dengan Aman

Berbeda dengan Gerhana Matahari yang memerlukan kacamata khusus, Gerhana Bulan Total sangat aman dilihat langsung dengan mata telanjang. Anda tidak membutuhkan alat bantu apa pun untuk menikmati keindahannya.

Namun, jika Anda ingin melihat detail kawah bulan atau gradasi warna merah yang lebih tajam, penggunaan alat bantu seperti binokular (teropong) atau teleskop sederhana sangat disarankan. Pastikan Anda mencari tempat pengamatan yang minim polusi cahaya dan tidak terhalang oleh gedung tinggi atau pohon di arah Timur.

Dampak bagi Bumi

Secara ilmiah, Gerhana Bulan tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Dampak fisik yang nyata adalah adanya pasang air laut yang mungkin sedikit lebih tinggi dari biasanya akibat posisi Bumi, Bulan, dan Matahari yang berada pada satu garis lurus (konjungsi), namun hal ini adalah fenomena alam rutin yang terpantau oleh otoritas terkait seperti BMKG.

Mari bersiap sore ini, pastikan cuaca cerah di wilayah Anda untuk menyaksikan pesona Blood Moon terakhir sebelum menunggu dua tahun lagi!