BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk yang diperkirakan akan melanda wilayah Jawa Barat selama satu minggu ke depan. Masyarakat diminta waspada terhadap ancaman hujan deras yang dibarengi dengan kilat serta angin kencang.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan dinamika atmosfer, terdapat indikasi kuat peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif di Jawa Barat. Fenomena ini dipicu oleh hangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia.
Selain itu, kehadiran gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) dan aktivitas gelombang Low Frequency turut memicu pembentukan awan hujan secara signifikan.
“Potensi terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, dan kondisi labilitas atmosfer pada kategori ringan hingga kuat. Semua faktor tersebut mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jawa Barat,” kata Teguh Rahayu dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa intensitas hujan yang terjadi bisa sangat tinggi namun dalam waktu yang relatif cepat. “Potensi hujan sedang hingga lebat atau sangat lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat,” tambahnya.
Teguh Rahayu, yang akrab disapa Ayu, mengingatkan bahwa perubahan cuaca mendadak ini berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi. Beberapa ancaman yang perlu diantisipasi di antaranya adalah banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang.
Oleh karena itu, ia meminta warga untuk tetap waspada dan mengenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Tetap tenang namun siaga, mengenali risiko di lingkungan sekitar, serta selalu memperbarui informasi cuaca dan mengikuti arahan serta protokol evakuasi dari pemerintah daerah apabila terjadi bencana,” imbaunya.
Lebih lanjut, Ayu menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk rutin memantau perkembangan cuaca melalui saluran resmi BMKG, baik situs web maupun media sosial. Hal ini krusial sebagai dasar pertimbangan dalam beraktivitas, terutama bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan.
“Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, khususnya perjalanan darat, laut, dan udara, dengan memantau informasi cuaca terkini,” pungkasnya.



