BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Kawasan Jalan Raya Padalarang-Cianjur, khususnya di sepanjang wilayah Rajamandala hingga Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bersiap menyambut kedatangan para pemudik pada musim libur Lebaran 1447 Hijriah.
Rute ini dikenal sebagai jalur favorit bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor, terutama yang datang dari arah Bogor, Sukabumi, maupun Cianjur. Meski menjadi akses utama, para pelintas dituntut untuk ekstra waspada karena kondisi jalan yang jauh dari kata ideal.
Sejumlah titik di jalur tersebut dipenuhi lubang dan memiliki permukaan aspal yang tidak rata. Pengendara harus sangat berhati-hati agar tidak terperosok, mengingat rute ini juga kerap dilalui oleh kendaraan bertonase besar baik pada siang maupun malam hari.
Rizaldi (30), seorang warga Sukabumi yang sering melewati jalur tersebut saat menuju Bandung, membagikan pengalamannya pada Kamis (5/3/2026).
“Banyak berlubang, apalagi di Citatah. Terus bergelombang, enggak rata jalannya. Kalau motor dan mobil ngebut, bahaya,” kata Rizaldi seperti yang dikutip dari laman detikJabar.
Selain kerusakan infrastruktur aspal, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) membuat jalur ini menjadi sangat gelap pada malam hari. Kondisi ini jelas memperbesar potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, terlebih ketika volume kendaraan melonjak saat arus mudik nanti.
“Ya kalau yang sudah paham jalur bisa agak santai, tapi yang belum tahu kasihan. Saya sudah 6 tahun bolak-balik terus lewat sini, agak sering tapi jalannya nggak berubah. Banyak yang rusak dibiarkan, terus masih minim PJU,” katanya.
Menanggapi keluhan terkait kondisi infrastruktur jelang arus mudik Idulfitri 1447 H, Kepala Dinas Perhubungan KBB, Mochamad Ridwan, menjelaskan bahwa sebagian besar rute mudik di wilayah Bandung Barat berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi dan pusat.
“Untuk jalan itu (Jalan Raya Padalarang-Cianjur), statusnya jalan nasional. Jadi kita bersurat ke kementerian terkait kondisi jalannya yang akan dilintasi pemudik nanti,” kata Ridwan.
Lebih lanjut, pihak kepolisian dan dinas terkait memproyeksikan bahwa peningkatan volume kendaraan di jalur mudik Bandung Barat ini akan mulai terasa pada pertengahan bulan ini.
“Dari 14 Maret mulai melonjak arus mudik, kemudian gelombang kedua di 18-19 Maret karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Kita sudah mempersiapkan personel, nanti ada pos pengamanan juga, dan pemantauan via ATCS,” kata Ridwan.





