JAKARTA, TINTAHIJAU.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai memetakan titik-titik krusial yang berpotensi menjadi simpul kemacetan di Pulau Jawa menjelang periode mudik Lebaran 2026. Fokus perhatian tertuju pada jalur lintas utara dan lintas tengah yang diprediksi akan mengalami lonjakan volume kendaraan secara signifikan.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan bahwa identifikasi ini didasarkan pada evaluasi kejadian macet berulang di lokasi-lokasi utama.
“Di Pulau Jawa terdapat titik-titik utama yang menjadi perhatian khusus karena sering mengalami kejadian macet berulang,” ujar Roy dalam diskusi di Jakarta Selatan, Jumat (6/3) dikutip dari CNN Indonesia.
Simpul Kemacetan Jalur Pantura
Berdasarkan pemetaan tersebut, kemacetan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari akses pelabuhan, kawasan industri, pasar tumpah, hingga penyempitan jalur (bottleneck).
- Banten: Titik rawan terpantau di Jalan Raya Cilegon menuju Pelabuhan Merak. Selain itu, ruas Serdang-Bojonegara-Merak juga diwaspadai akibat adanya bottleneck di Jembatan Terate.
- Jawa Barat: Ruas Pamanukan-Lohbener-Palimanan dan simpang Bypass Jomin Cikampek masih menjadi langganan kepadatan. Di Cirebon-Losari, aktivitas Pasar Tumpah Mundu menjadi penyebab utama penumpukan kendaraan.
- Jawa Tengah: Potensi macet membentang dari Kota Pemalang hingga Pekalongan akibat Pasar Tumpah Wiradesa, serta jalur Pejagan-Prupuk.
- Jawa Timur: Penumpukan kendaraan diprediksi terjadi di ruas Bulu-Tuban, Widang-Babat, hingga Probolinggo-Paiton karena aktivitas pasar dan akses wisata.
Lintas Tengah dan Perlintasan Kereta Api
Tak hanya jalur utara, lintas tengah Jawa juga tak luput dari ancaman macet. Jalur Ciawi-Puncak-Cianjur diperkirakan padat oleh wisatawan, sementara Lingkar Nagreg, Garut, hingga Malangbong-Tasikmalaya tetap menjadi titik rawan akibat volume kendaraan yang tinggi.
Di Jawa Timur, faktor teknis seperti perlintasan sebidang kereta api di ruas Caruban-Madiun-Nganjuk dan Nganjuk-Kertosono menjadi titik yang harus diantisipasi oleh para pemudik.
Layanan Pengaduan “Halo Pak Dody”
Guna meningkatkan pelayanan, Kementerian PU membuka kanal pengaduan langsung melalui program “Halo Pak Dody”. Masyarakat dapat melaporkan kondisi jalan atau kendala mudik melalui laman resmi pu.go.id/halopakdody atau nomor WhatsApp yang tersedia.
Laporan yang masuk akan terhubung langsung dengan command center Ditjen Bina Marga. Pihak Inspektorat Jenderal mengimbau pelapor untuk menyertakan data pendukung dan bukti yang valid agar laporan dapat diproses dengan cepat dan tepat.
Langkah pemetaan dini ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam mengurai benang kusut kemacetan tahunan. Namun, kesiapan infrastruktur juga harus dibarengi dengan manajemen lalu lintas yang taktis di lapangan, terutama pada titik-titik pasar tumpah yang sulit diprediksi secara matematis.





