Pemerintahan

Jabar Kucurkan Rp6,9 Miliar untuk Kompensasi Angkot hingga Becak demi Kelancaran Mudik 2026

×

Jabar Kucurkan Rp6,9 Miliar untuk Kompensasi Angkot hingga Becak demi Kelancaran Mudik 2026

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah strategis untuk mengurai potensi kemacetan selama masa mudik dan libur Lebaran 2026. Pemprov Jabar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,9 miliar yang diperuntukkan bagi 3.000 penerima manfaat, mulai dari sopir angkutan umum, kusir andong, hingga penarik becak.

Dana kompensasi ini diberikan agar para penyedia jasa transportasi lokal tersebut bersedia membatasi operasional mereka di titik-titik rawan macet, sehingga arus lalu lintas tetap mengalir lancar.

Distribusi Anggaran Mulai Cair

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan bahwa proses pencairan dana tersebut telah diverifikasi melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Penyaluran dana dilakukan secara bertahap, baik sebelum maupun sesudah hari raya.

“Seluruh jaminan yang menjadi penghambat arus mudik selesai. Hari ini saya sudah cek, kepala badan pengelolaan keuangan daerah provinsi Jawa Barat, seluruh uangnya sudah terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya,” ucap Dedi usai apel gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Mapolda Jabar, Kamis (12/3/2026) seperti yang dikuti dari laman KOMPAS.com.

Langkah ini menyasar sejumlah wilayah krusial seperti Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, hingga kawasan Bandung Raya. Fokus utama pembebasan hambatan jalur meliputi rute wisata Lembang, jalur Puncak, serta kawasan Padalarang.

“6,9 miliar. Untuk 3 ribu penerima manfaat. Se-Jawa Barat. Garut, Cirebon, Subang, Bogor, Cianjur, kemudian Padalarang, Lembang, Kota Bandung, menjadi Bandung Lembang,” tambahnya.

Apresiasi dari Kepolisian

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Setiawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap dukungan anggaran dari pemerintah provinsi. Menurutnya, insentif ini sangat membantu kepolisian dalam mengatur lalu lintas di lapangan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak gub yang dukungannya besar sekali. Ada satu yang harus diketahui oleh teman-teman semua, Pak gub telah memberikan dukungan anggaran untuk kepada beberapa angkot, beberapa andong, becak untuk sementara waktu istirahat, dapat duit, dapat uang, dan lalu lintas bisa lanjut,” ujar Rudy.

Operasi Ketupat Lodaya 2026 Dimulai

Untuk mengamankan pergerakan pemudik, sebanyak 26.692 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan. Operasi Ketupat Lodaya 2026 dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat (13/3/2026) pukul 00.00 WIB dan akan berlangsung hingga 25 Maret 2026.

Pihak kepolisian memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada akhir pekan ini (14-15 Maret) dan gelombang kedua pada 19-20 Maret. Sedangkan arus balik diprediksi mulai padat pada 24-27 Maret.

“Sebagai informasi tambahan bahwa Operasi Ketupat Lodaya 2026 ini kita mengedepankan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Ini artinya semua masyarakat Jawa Barat yang melaksanakan mudik dan masyarakat dari daerah lain yang melintas di sini semuanya harus aman,” tutup Kapolda.