SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-24 bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadah serta memperbanyak doa dan istighfar.
Pada fase sepuluh malam terakhir Ramadan, setiap Muslim diharapkan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai amal kebaikan.
Doa pada hari kedua puluh empat ini berisi permohonan agar Allah SWT meridai setiap amal yang dilakukan, menjauhkan dari segala hal yang dapat mendatangkan murka-Nya, serta memberikan kemampuan untuk menaati segala perintah-Nya.
Berikut bacaan doa hari ke-24 Ramadan:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَأَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لِأَنْ أُطِيْعَكَ وَلَا أَعْصِيَكَ يَا جَوَادَ السَّائِلِيْنَ
Latin:
Allâhumma innî as’aluka fîhi mâ yurḍîka wa a‘ûdzu bika mimmâ yu’dzîka wa as’alukat taufîqa fîhi li-an uṭî‘aka wa lâ a‘ṣîyaka yâ jawâdas sâ’ilîn.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang mendatangkan keridaan-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari segala hal yang dapat mendatangkan murka-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu kemampuan untuk selalu taat kepada-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Dermawan kepada orang-orang yang memohon.”
Doa ini mengandung pesan penting tentang upaya seorang Muslim untuk selalu berada di jalan yang diridai Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering dihadapkan pada berbagai pilihan yang dapat membawa kepada kebaikan atau sebaliknya.
Selain memohon keridaan Allah, doa ini juga berisi permintaan agar dijauhkan dari perbuatan yang dapat mendatangkan murka-Nya. Dengan memohon taufik dan hidayah, seorang hamba diharapkan mampu menjaga ketaatan serta menjauhi berbagai bentuk kemaksiatan.
Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta berdoa dengan harapan memperoleh keberkahan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar.





