JAKARTA, TINTAHIJAU.com — Penanganan kasus penyerangan menggunakan air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, kini telah memasuki babak baru. Pihak kepolisian secara resmi meningkatkan status perkara tersebut dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.
“Sudah (naik penyidikan),” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat dikonfirmasi, seperti yang dilansir dari laman CNN Indonesia, Minggu (15/3).
Peningkatan status ini dilakukan setelah penyidik menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam insiden tersebut. Dugaan pelanggaran hukum ini merujuk pada ketentuan yang tertuang dalam Pasal 467 ayat 2 serta Pasal 468 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. AKBP Roby menegaskan bahwa salah satu fokus utama penyidik saat ini adalah memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan itu.
“(Pelaku) masih kita identifikasi,” ucap dia.
Kronologi dan Ciri-Ciri Pelaku
Tragedi nahas ini terjadi pada Kamis (12/3) malam di kawasan Jakarta Pusat. Menurut penjelasan Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, insiden bermula saat Andrie Yunus baru saja menyelesaikan agenda podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).
Dimas juga membeberkan gambaran spesifik mengenai kedua terduga pelaku yang beraksi pada malam kejadian tersebut. Berikut adalah rinciannya:
- Pelaku Pertama (Pengendara): Terlihat mengenakan helm berwarna hitam, kaus dengan kombinasi warna putih dan biru, serta celana berwarna gelap yang diduga kuat berbahan jin.
- Pelaku Kedua (Penumpang/Eksekutor): Memakai penutup wajah sejenis masker atau buff hitam yang menutupi separuh wajahnya. Ia juga mengenakan kaus biru tua dan celana jin panjang biru yang ujungnya dilipat ke atas.





