SUBANG, TINTAHIJAU.COM – Memasuki hari ke-26 bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak doa, istighfar, dan amal ibadah. Hari-hari pada sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momentum yang sangat penting untuk memohon ampunan serta berharap agar setiap amal yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.
Doa pada hari kedua puluh enam ini berisi permohonan agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa, menerima amal ibadah yang telah dilakukan, serta memberikan kemudahan bagi seorang hamba dalam meraih keridaan-Nya.
Berikut bacaan doa hari ke-26 Ramadan:
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَعَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلًا وَعَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ
Latin:
Allâhummaj ‘al sa‘yî fîhi masykûrâ wa dzanbî fîhi maghfûrâ wa ‘amalî fîhi maqbûlâ wa ‘aibî fîhi mastûrâ yâ asma‘as-sâmi‘în.
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini sebagai usaha yang disyukuri, dosa-dosaku diampuni, amal ibadahku diterima, dan aibku ditutupi, wahai Dzat yang Maha Mendengar dari segala yang mendengar.”
Doa ini mengandung makna mendalam tentang harapan seorang hamba agar seluruh usaha ibadah selama Ramadan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT. Selain memohon ampunan atas dosa, doa ini juga meminta agar amal yang telah dilakukan diterima dengan penuh keridaan.
Selain itu, doa ini juga berisi permohonan agar Allah SWT menutup aib dan kekurangan yang dimiliki oleh setiap manusia. Dengan demikian, seorang Muslim diharapkan terus memperbaiki diri serta menjaga keikhlasan dalam menjalankan setiap amal kebaikan.
Memasuki malam-malam terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta berdoa dengan harapan memperoleh keberkahan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar.





