Megapolitan

Dukung Perpindahan Trayek, Terminal Leuwipanjang Akan Bangun Hotel Kapsul Murah

×

Dukung Perpindahan Trayek, Terminal Leuwipanjang Akan Bangun Hotel Kapsul Murah

Sebarkan artikel ini
Termnal Leuwi Panjang | Dok. Pemkot Bandung.

BANDUNG, TINTAHIJAU.com – Pengelola Terminal Leuwipanjang Bandung tengah menyiapkan berbagai fasilitas baru untuk menyambut perpindahan seluruh trayek bus antarkota dari Terminal Cicaheum pasca-Lebaran 2026. Salah satu inovasi utama yang direncanakan adalah penyediaan hotel transit murah bagi para penumpang.

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, mengungkapkan bahwa penginapan tersebut rencananya akan berbentuk hotel kapsul dengan tarif yang sangat terjangkau guna mengakomodasi penumpang yang tertinggal bus atau datang terlalu dini.

“Penginapan murah, penginapan kapsul harga Rp60-70 ribu, lokasinya saya akan pikirkan karena saat ini revitalisasi juga tengah dilakukan. Tapi memang nanti ke depan itu hal-hal seperti ini harus kita pikirkan,” ujarnya di Bandung, seperti yang dimuat di laman PRFMNews, dikutip Jum’at (3/4/2026).

Evaluasi Arus Mudik 2026

Rencana ini muncul berdasarkan evaluasi masa mudik Lebaran 2026, di mana banyak penumpang terpaksa bermalam di gedung terminal karena tertinggal jadwal bus. Asep menilai para penumpang enggan mencari hotel di luar terminal karena faktor biaya dan waktu istirahat yang singkat.

“Mungkin karena hotel kan cukup mahal padahal mungkin hanya butuh istirahat beberapa jam. Nah saya evaluasi harusnya terminal juga punya penginapan murah yang bisa diakses penumpang nantinya,” tambah Asep.

Fasilitas Pendukung Lainnya

Selain hotel kapsul, pihak pengelola juga telah mengusulkan pembangunan fasilitas pendukung lainnya kepada Kementerian Perhubungan, di antaranya:

  • Lounge khusus hasil kerja sama dengan Perusahaan Otobus (PO).
  • Loker modern untuk penyimpanan barang yang aman.
  • Shower room (ruang bilas) berbayar.

Khusus untuk toilet, shower, dan loker, lokasinya telah ditentukan di dekat masjid gedung Dishub lama. Peningkatan infrastruktur ini dianggap mendesak mengingat beban operasional Terminal Leuwipanjang akan meningkat drastis setelah penutupan Terminal Cicaheum.

“Hal ini dibutuhkan karena Cicaheum segera pindah dan mudik tahun depan di Leuwipanjang semuanya,” pungkas Asep.