SUBANG, TINTAHIJAU.COM – DPRD Kabupaten Subang mengundang seluruh anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) IX untuk menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang Tahun 2026 yang akan digelar pada Senin, 6 April 2026.
Berdasarkan daftar tamu undangan yang dihimpun, sejumlah anggota DPR RI Dapil IX dipastikan masuk dalam daftar undangan resmi. Di antaranya Hj. Elita Budiati, Galih Dimuntur Kartasasmita, Ir. H. Ateng Sutisna, Hj. Farah Puteri Nahlia, Dr. H. Jefry Romdonny, K.H. Maman Imanul Haq, hingga Dr. H. Tubagus Hasanudin dan Ujang Bey.
Selain anggota DPR RI, DPRD Subang juga mengundang Gubernur Jawa Barat, unsur DPRD Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan pemerintah pusat, termasuk Sekretaris Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Imron.
Undangan juga diperluas kepada kepala daerah dan pimpinan DPRD dari wilayah sekitar, seperti Kabupaten Bandung Barat, Indramayu, Sumedang, Purwakarta, dan Karawang. Sejumlah tokoh masyarakat serta mantan pejabat daerah juga turut masuk dalam daftar undangan.
Rapat Paripurna Istimewa ini akan digelar dengan rangkaian acara yang telah disiapkan secara matang oleh DPRD Subang. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan penyambutan tamu undangan, dilanjutkan pembukaan sidang, pembacaan sejarah singkat Subang, serta sambutan dari Bupati Subang dan Gubernur Jawa Barat.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-78, acara juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya, termasuk drama kolosal bertema “Seba Rasa Ka Lemah Subang” yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat terhadap tanah kelahirannya.
Menjelang pelaksanaan, kawasan DPRD Subang telah dipercantik dengan berbagai ornamen. Selain gerbang bernuansa tradisional, tampak pula janur kuning yang dipasang di sejumlah titik serta puluhan umbul-umbul berlogo Hari Jadi ke-78 Subang yang berjajar di area sekitar, menambah semarak suasana.
Rapat paripurna ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan Kabupaten Subang selama 78 tahun, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan ke depan.





