Ragam

Tahun Ini, Target Rumah Subsidi di Majalengka Naik 3 Kali Lipat

×

Tahun Ini, Target Rumah Subsidi di Majalengka Naik 3 Kali Lipat

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA, TINTAHIJAU.COM — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DKPP) Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya dalam memenuhi kebutuhan hunian layak sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui program perumahan subsidi.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala DKPP Majalengka, H. Sidarta, dalam talkshow interaktif di Radio Radika FM, Jumat (10/4/2026).

Sidarta menyebut, capaian pembangunan rumah subsidi pada tahun sebelumnya melampaui target. Dari target 1.000 unit, realisasi mencapai 1.003 unit. Capaian ini menjadi dasar optimisme untuk meningkatkan target pada tahun 2026.

“Tahun ini kami menargetkan pembangunan 3.000 unit rumah subsidi. Hingga saat ini, sudah tersedia 1.406 unit hunian yang dikelola oleh 44 pengembang aktif di Majalengka,” ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan hunian, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku industri lokal.

Melalui program “gentengisasi”, DKPP mendorong penggunaan genteng tanah liat produksi lokal, terutama dari sentra industri Jatiwangi, sebagai material utama atap perumahan subsidi.

“Kami ingin pembangunan ini menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Selain menyerap tenaga kerja konstruksi, proyek perumahan juga menghidupkan UMKM di sekitar lokasi, serta mengutamakan pemasok material lokal demi efisiensi,” katanya.

Salah satu pengembang mengaku, kebijakan penggunaan material lokal justru memberikan kemudahan dalam proses pembangunan. Selain memangkas biaya logistik, jarak distribusi yang lebih dekat membuat pekerjaan lebih efisien.

Sementara itu, warga penerima manfaat, Wildan (34), menyambut positif program tersebut. Ia menilai perumahan subsidi sangat membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah untuk memiliki rumah layak huni.

“Program ini sangat membantu kami. Selain itu, pembangunan perumahan juga menghidupkan ekonomi lingkungan. Banyak warga membuka usaha kecil seperti warung makan untuk para pekerja,” ungkapnya.

DKPP berharap, program ini tidak hanya mampu mengurangi backlog perumahan di Majalengka, tetapi juga menjadi pengungkit kebangkitan industri genteng Jatiwangi sebagai identitas khas daerah.