Megapolitan

Bidik Pilkada 2029, PDI Perjuangan Subang Tekankan Etikabilitas di Atas Elektabilitas

×

Bidik Pilkada 2029, PDI Perjuangan Subang Tekankan Etikabilitas di Atas Elektabilitas

Sebarkan artikel ini

SUBANG, TINTAHIJAU.COM – PDI Perjuangan Kabupaten Subang menegaskan kriteria berbeda dalam menentukan calon pemimpin daerah ke depan.

Partai berlambang banteng itu menilai etikabilitas atau kualitas etika harus menjadi prioritas utama sebelum intelektualitas, popularitas, hingga elektabilitas.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif PDIP Subang, Ahmad Baidhowi, mengatakan partainya tengah menargetkan kebangkitan kekuatan politik di Kabupaten Subang pada kontestasi mendatang.

Menurutnya, pada Pemilu Legislatif berikutnya, PDIP Subang menargetkan raihan 14 kursi DPRD atau bertambah lima kursi dibandingkan perolehan saat ini.

Selain legislatif, PDIP Subang juga mulai membidik kursi eksekutif pada Pilkada 2029. Salah satu langkah yang akan ditempuh yakni menjaring sosok dan tokoh yang dinilai layak serta memiliki kapasitas untuk memimpin daerah.

“Kalo bicara kepemimpinan di eksekutif kita tidak hanya bicara popularitas dan elektabilitas, tapi Etikabilitas, etika nya dulu atitudenya dulu, kadang ini kita lupakan, kita langsung elektabilitas,” kata Baidhowi usai menerima SK kepengurusan partai di Kantor DPC PDIP Subang.

Ia menilai setiap pesta demokrasi, baik kontestasi politik maupun masyarakat, kerap terjebak pada ukuran popularitas dan elektabilitas semata. Padahal, menurutnya, syarat utama seorang pemimpin adalah memiliki moralitas yang baik agar mampu membawa daerah lebih bermartabat dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kalo kita bicara konteks moralitas dia tidak punya cacat secara hukum, sehingga kedepan itu bisa membawa Subang lebih bagus, tidak tersandera oleh masalah masa lalunya,” tegasnya.

Setelah aspek etikabilitas terpenuhi, lanjut Baidhowi, barulah faktor intelektualitas, popularitas, dan elektabilitas menjadi pertimbangan berikutnya.

“Yang kedua intelektualitas, karena kita bicaranya masyarakat Subang. Setelah itu Baru kita bicara popularitas dan elektabilitas,” paparnya.