Olahraga

Presiden FIFA Jamin Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026 Meski Alami Ketegangan Politik

×

Presiden FIFA Jamin Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026 Meski Alami Ketegangan Politik

Sebarkan artikel ini
Presiden FIFA Gianni Infnatino

VANCOUVER, TINTAHIJAU.com – Presiden FIFA, Gianni Infantino, memberikan jaminan bahwa Tim Nasional Iran akan tetap berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026. Penegasan ini disampaikan Infantino di tengah keraguan publik akibat situasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kongres FIFA ke-76 yang berlangsung di Vancouver, Kanada, pada Kamis (30/4/2026). Infantino memastikan bahwa Mehdi Taremi dan kawan-kawan akan tetap bertanding di Amerika Serikat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Alasannya sangat sederhana, karena kita harus bersatu. Ini tanggung jawab saya, tanggung jawab kita semua. Sepak bola mempersatukan dunia,” ujar Infantino sebagaimana dikutip dari Associated Press.

Sebelumnya, partisipasi “Team Melli” sempat dipertanyakan menyusul agresi militer yang melibatkan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Mengingat Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup di wilayah AS, Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sempat mengajukan permohonan agar lokasi pertandingan dipindahkan ke Meksiko.

Namun, FIFA secara resmi menolak permintaan tersebut dan tetap memplot pertandingan Iran di stadion-stadion Amerika Serikat.

Meski ada jaminan partisipasi tim nasional, situasi diplomatik di lapangan tetap memanas. Presiden FFIRI, Mehdi Taj, beserta dua pejabat lainnya dilaporkan dilarang masuk ke Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA.

Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, mengonfirmasi pencabutan izin masuk bagi delegasi Iran tersebut. Namun, ia berdalih bahwa insiden itu merupakan sebuah ketidaksengajaan.

“Saya memahami bahwa ada pencabutan izin masuk. Ini tidak disengaja,” ungkap Anand tanpa merinci alasan spesifik di balik penolakan tersebut.

Langkah FIFA ini menegaskan posisi organisasi sepak bola dunia tersebut untuk memisahkan urusan olahraga dari ketegangan geopolitik, demi menjaga keutuhan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.